Dibayangi Ancaman Banjir, Petani Tetap Tanam Padi

8

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com),- Pasca banjir di bulan November 2016 sampai saat ini masih menyisakan kesedihan yang luar biasa untuk para petani di wilayah Bojonegoro. Pasalnya sampai sekarang masih banyak areal persawahan yang masih tergenang air sisa banjir bulan november kemarin.

Seperti halnya petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang daerahnya masuk genangan banjir rutin Bengawan Solo kembali menanam padi kembali sejak sepekan terakhir.

“Walaupun masih tergenang air kami tetap menanam padi meskipun kita beli bibit dari luar desa bahkan luar daerah,”ujar Munip salah satu petani di Desa Kanor.

Loading...

Dimana petani menanam padi sejak sepekan lalu. Petani bisa memperoleh benih padi dari Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor dengan harga Rp 200 ribu per petak. Benih itu cukup untuk sawah sekitar 1 hektare. Munip yang juga menanam padi kembali dengan luas sekitar 1 hektare itu mengaku banyak petani di kedua kecamatan itu yang tetap takut menanam tanaman padi karena takut terjadi banjir susulan luapan Bengawan Solo.

Baca Juga  Rampok Gasak Uang Nasabah BRI Jember Rp148 Juta

“Petani berharap bisa memperoleh penghasilan setelah tanaman padinya gagal panen akibat terendam air banjir awal Desember lalu,” jelas dia.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan banjir luapan Bengawan Solo awal Desember 2016 lalu mengakibatkan tanaman padi seluas 1.990 hektare di 16 desa di Kecamatan Kanor rusak terendam air banjir. Sedangkan di 14 desa di Kecamatan Baureno, tanaman padi yang rusak terendam air banjir mencapai 1.507 hektare.

Reporter: Agus Kuprit, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPensiunan Guru Membusuk di Dalam Rumah
Artikulli tjetërDilakukan Penyedotan, Perut Ibu Asmani Mengempis

Tinggalkan Balasan