Anggota DPRD Surabaya saat melihat pasar

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Anggota DPRD Surabaya, John Thamrun merasa terkejut dan kesal menemukan sejumlah petak stan pasar di Keputran justru digunakan tempat huni. Hal ini ditemukan langsung saat dewan sidak pasar, Senin (28/12/2020).

Semula, Anggota Komisi B DPRD Surabaya John Thamrun bersama petugas unsur OPD dan kepolisian melakukan sidak pasar untuk mengecek kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok jelang pergantian tahun 2021.

Namun saat mendatangi Lantai 2, Pasar Keputran Surabaya, John Thamrun mendapati kotak-kotak sekat non permanen yang digunakan sebagai tempat tinggal dan tidur beberapa orang. Bahkan, pantauan lapangan, ditemukan juga sejumlah gantungan baju yang dijemur, alas tidur dan rak baju di sudut dalam pasar.

“Sebenarnya nggak sengaja, saat melintas ada kotak-kotak, saya datangi ternyata ada yang tidur kemudian ada banyak baju yang digantung. Nah ini kan menampakkan itu tempat tinggal. Bahkan ada anak-anak kecil tidur,” terang John.

Namun, saat John berusaha menanyai, orang yang tinggal itu mengaku tidak menghuni tempat tersebut. Tak ingin dibohongi, John pun terus mengorek informasi dan meneliti setiap sudut.

Baca Juga  Ada Kebakaran, Warga Binaan Lapas Surabaya Berhamburan Keluar Blok

“Mereka mengaku tidak tinggal di sana. Tapi secara fisik di lapangan saya temukan tempat ini jelas dipakai sebagai hunian, karena ada tempat cuci baju, ada tempat untuk masak dan alas tidur,” ujar John.

Hasil pantauannya, ada sekitar 4-5 petak di lantai 2 bagian belakang Pasar Keputran yang digunakan sebagai bidak hunian. Ada sekitar 5 KK yang mana mereka tidak berjualan tapi hanya tidur menetap.

Loading...

John juga terkejut, mendapati sepeda motor yang juga bisa terparkir di lokasi lantai 2 pasar. Bahkan, dia mendapati atap plafon dipakai untuk memasang sangkar burung-burung peliharaan.

“Informasinya mereka sudah satu tahun bahkan ada yang 2 tahun tinggal. Kami akan panggil Pihak keamanan dan kepala pasar, kenapa sekian lama tinggal tapi tidak ada tindakan apapun. Ini gak masuk akal, mereka bayar retribusi di sana bukan berjualan tapi tidur,” ujar John.

Stan pasar awalnya digunakan untuk berdagang, namun karena alasannya sepi kemudian mereka operkan pada pihak ketiga, namun pihak ketiga juga tidak mampu membayar dan berdagang sehingga digunakan untuk rumah tinggal.

Baca Juga  DPRD Banyuwangi Minta Insentif 'Nakes' Ditambah

“Saya minta pihak koordinator keamanan Pasar Keputran untuk melakukan tindakan. Karena tempat tinggal ini juga sangat tidak memenuhi standar kesehatan apalagi di tengah situasi pandemi saat ini membahayakan kesehatan,” tegas John.

Pihak Komisi B DPRD Surabaya juga berencana memanggil kepala pasar untuk hearing dan menjelaskan persoalan temuan ini. Pasalnya, hingga lebih dari setahun pasar dipakai sebagai bidak hunian.

“Kami minta untuk dibersihkan. Saya akan segera memanggil (hearing) kepala pasar dan PD Pasar juga dalam waktu dekat,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Keamanan Pasar Keputran Hari Purwanto mengatakan, pihaknya berjanji akan melaksanakan pemanggilan terhadap pemilik bidak secara kekeluargaan. Keberadaan bedak, kata dia, sebelumnya kemarin sudah bersih, namun ada kendala karena yang punya bedak hendak disegel.

“Secara kekeluargaan dulu, itukan orangnya hanya menyewa, nanti kita usir saja. Dia (pemilik bedak) tidak bisa jualan, karena pembeli tidak ada, akhirnya disewakan lagi sama orangnya (pemilik),” urainya. (*)

 

Loading...
Berita sebelumyaViral Video Pemakaman di Pasuruan, Polisi Dalami Terjadinya Kerumunan
Berita berikutnyaWhisnu Bakal Beri Kesempatan Mensos Risma Resmikan Proyek di Surabaya

Tinggalkan Balasan