A H Thony

SURABAYA (kabarjawatimur.com) DPRD Kota Surabaya telahmenilai jika Hasil Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran (TA) 2020 yang disampaikan dalam rapat paripurna di gedung DPRD Surabaya, Senin (5/4/2021) sudah lengkap. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony menegaskan bahwa penilaian itu lengkap itu baik dari segi angka maupun pencapaian program.

Kendati begitum pihaknya berharap apa yang tertera di LKPJ bisa diikuti oleh program-program yang lebih konkret. Politisi Partai Gerindra Surabaya ini lalu memberikan contohy bahwa terkait dengan kebangsaan. Menurutnya bisa saja kawasan Peneleh dikembangkan menjadi kawasan wisata heritage.

Selain kawasan Peneleh, kawasan kota lama di Jembatan Merah juga layak dibuat sebagai satu kawasan heritage. Termasuk bisa disatukan dengan program Pemerintah Pusat, yaitu dihidupkannya kembali ‘Jalur Rempah’, Pemkot Surabaya yang membuat konsepnya.

Baca Juga  Gelaran Bakti Sosial Akademi TNI Angkatan Laut Sambut HUT ke-76 TNI AL

“Kawasan Jembatan Merah bisa dijadikan destinasi wisata yang bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya. Karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Surabaya,” kata AH Thony.

Loading...

Disebutkan jika PAD Kota Surabaya bisa meningkat, karena banyak destinasi wisata heritage, ini akan menjadi energi pemulihan ekonomi Surabaya yang luar biasa. Seperti kawasan Kenjeran juga bisa dikembangkan menjadi kawasan seni budaya, karena selama ini seni budaya Pantura di Kenjeran tidak begitu booming.

Meski menilai LKPJ lengkap, AH Thony tetap mempertanyakan dalam LKPJ Wali Kota Surabaya TA 2020 di sektor seni dan budaya yang mana disebutkan bahwa indeks budaya lokal Kota Surabaya meningkat 88,65 persen dibanding 2016 yang hanya mencapai 69,37 persen.

Baca Juga  Maling Motor yang Nyaru Jadi Ojol Dihajar Warga Pakuwon City

Ditambahkan, sebenarnya banyak lokasi dan tempat yang bisa dijadikan wisata sejarah, heritage, wisata museum. Misalnya, eks Rumah Sakit Mardi Santoso di Bubutan yang sebelumnya di pakai restoran Hallo Surabaya. Selain itu, Penjara Kali Sosok itu bisa diambilalih pengelolaan nya oleh Pemkot Surabaya, dan disulap menjadi museum atau wisata heritage.

“Gedung eks RS Mardi Santoso atau Penjara Kalisosok memang milik negara, tapi dalam UU cagar budaya, Pemerintah Daerah boleh mengambil alih pengelolaannya,” tegasnya.

Reporter         : Boy A

Editor              : Rizky

Loading...
Berita sebelumyaBegini Perkembangan Kasus Penganiayaan Wartawan di Surabaya
Berita berikutnyaPolda Jatim Bongkar Peredaran Regulator Tak Ber SNI

Tinggalkan Balasan