Dewan Kritisi Kegagalan PSBB Surabaya

123
DPD PKS Surabaya
Ibnu Shobir, anggota Komisi D DPRD Surabaya.

 

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Komisi D DPRD Surabaya mengkritisi kegagalan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya. Meski di Surabaya sudah ada Kampung Wani Jogo Suroboyo yang terus dimasifkan pembentukannya di tingkat RW se-Kota Surabaya.

Dan informasinya sudah ada 1.009 RW yang membentuk Kampung Wani Jogo Suroboyo terdiri dari Satgas Wani, Satgas Wani Sejahtera, Satgas Wani Jogo dan Satgas Wani Ngandani untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Pembentukan Kampung Wani Jogo Suraboyo menurut anggota Komisi D, Ibnu Shobir karena kurang optimalnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap I dan II di Surabaya. Hal itu karena masyarakat belum teredukasi dengan baik.

“Sehingga perilaku masyarakat masih belum seutuhnya mencerminkan protokol kesehatan covid-19,” ujarnya.

Pihak ya tidak menyalahkan masyarakat, namun menurutnya kunci utama dari penyelesaian covid adalah pada kesadaran masyarakat untuk berprilaku hidup sehat dengan menjalankan protokol kesehatan melalui proses edukasi terus menerus.

“Siapa yang wajib mengedukasi tentunya pemerintah. Sekaligus menginisiasi untuk disampaikan pembagian tugas kepada masyarakat dan tokoh masyarakat lainnya,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Pihaknya menambahkan, ketika jumlah orang terpapar virus corona yang sudah mencapai ribuan dan dinyatakan positif, seharusnya proses mitigasinya harus sampai kepada unit terkecil di masyarakat seperti RT dan RW.

Baca Juga  Tebu Tidak Diangkat Diduga Mengalami Kerugian, Berikut Penjelasannya

“Tetapi RT dan RW ini bukan struktur langsung pemerintah atau pegawai negeri, tetapi kepanjangan tangan dari pemerintah,” tambahnya.

Hal itu menurutnya bisa difungsikan secara optimal seperti semacam membantu penanggung jawab penanganan covid di daerah masing masing. Pihaknya juga melihat struktur tersebut tidak dibuat oleh pemerintah kota pada PSBB I dan II.

Loading...

“Seperti kecamatan dan kelurahan, sementara kecamatan kita jumlah orangnya bisa 200 ribu, apalagi 1 kelurahan jumlahnya bisa 5000 ribu ini menjadi tidak efektif,” tegasnya.

Selain itu, program kampung wani dinilai memakan biaya. Karena saat ini semua masyarakat sekarang sedang kesulitan keuangan dan pihaknya sangat menyayangkan pemerintah kota tidak mendampingi dengan pembiayaan atau dana stimulus.

“Pemerintah kota kan tidak langsung mendampingi hanya dalam keputusan resminya dikatakan swadaya sehingga saya tidak yakin ini bisa jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto memastikan jika di 31 kecamatan se-Kota Surabaya sudah membentuk Kampung Wani Jogo Suroboyo ini. Tiap kecamatan, jumlahnya bervariasi dan terus nambah setiap harinya.

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

“Per tanggal 2 Juni 2020 ini, totalnya sebanyak 1.009 RW yang sudah membentuk kampung ini,” kata mantan Kasatpol PP Kota Surabaya ini.

Dari 31 kecamatan tersebut yakni di Kecamatan Wonokromo sudah ada 58 RW, Kec. Genteng 51 RW, Kec. Wonocolo 44, Kec. Pakal 34 RW, Kec. Tambaksari 41 RW, Kec. Jambangan 26 RW, Kec. Dukuh Pakis 11 RW, Kec. Bulak 21 RW, Kec. Lakarsantri 28 RW, Kec. Benowo 15 RW, Kec. Tenggilis Mejoyo 25 RW, Kec. Krembangan 7 RW, Kec. Gununganyar 33 RW, Kec. Gubeng 51 RW, dan Kec. Pabean Cantian 30 RW.

Sedangkan di Kec. Tegalsari 36 RW, Kec. Asemrowo 10 RW, Kec. Sukolilo 60 RW, Kec. Kenjeran 14 RW, Kec. Bubutan 44 RW, Kec. Mulyorejo 53 RW, Kec. Wiyung 17 RW, Kec. Sukomanunggal 20 RW, Sambikerep 19 RW, Kec. Semampir 60 RW, Kec. Gayungan 14 RW, Kec. Sawahan 67 RW, Kec. Rungkut 12 RW, Kec. Karangpilang 9 RW, Kec Tandes 51 RW, dan Kec. Simokerto 48 RW.

“Jumlah ini akan terus bertambah,” tandas Irvan. (*)

Reporter: Boy
Editor: Okin Dzulhuilmy

Loading...
Artikulli paraprakKader Golkar Semangati Teater Nol untuk Tetap Semangat Meski di Tengah Pandemi Covid-19
Artikulli tjetërDini Hari, Taruna Terbakar di Sidotopo Surabaya

Tinggalkan Balasan