Dewan Dorong THR Surabaya Dihidupkan Lagi

118
DPRD Kota Surabaya
 H Buchori Imron, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) Masyarakat Surabaya tentu sudah tidak asing jika mendengar nama Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) yang ada di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Dua tempat ini cukup dikenal di era 1990-an hingga awal 2000. Kini dua tempat itu tergusur. Nyaris tak ada lagi tempat bagi masyarakat kecil untuk bisa menikmati tempat wisata murah meriah dan menjangkau.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, H Buchori Imron sangat berharap kepada pemimpin Kota Surabaya yang akan datang bisa menghidupkan kembali tempat hiburan bagi rakyat yang sudah menjadi ikon warga Kota Pahlawan ini.

“Saya berharap pemimpin yang akan datang ini bisa menghidupkan kembali THR dan TRS. Semua pasti tahu, TRS dan THR adalah ikon Kota Surabaya. Sekarang dua tempat itu tinggal kenangan saja. Sebenarnya, tempat itu masing sangat dibutuhkan oleh warga Surabaya, ” ujar wakil rakyat yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Surabaya, Minggu (6/9/2020).

Baca Juga  Yang Berhak Terima Paket 5 Ribu Masker dan Sembako dari Polda Jatim juga DPR, Salah Satunya Ojol

Lanjut Buchori, ketika dua tempat itu ditutup, belum ada penggantinya. Padahal dulu menurutnya, belum ada mainan sekelas TRS yang dilengkapi wahana modern di eranya. Apalagi lokasinya yang berada di tengah kota, dan selalu menjadi jujugan favorit masyarakat bia akhir pekan telah tiba. Kini, nasib THR dan TRS tentu harus dipikirkan oleh pemimpin Surabaya mendatang.

Loading...

“Pemimpin Kota Surabaya yang akan datang harus mampu menghidupkan kembali menghidupkan THR dan TRS,” harap wakil rakyat  yang sudah dua periode menjabat ini.

Sekadar diketahui THR lokasinya berdekatan dengan TRS. Selain itu tidak jauh dengan pusat jual beli elektronik atau yang sebelumnya disebut Hi-Tech Mall. Histori THR yang membesarkan pelaku kesenian sudah tidak asing lagi. Seperti srimulat yang sudah tenar.

Baca Juga  Komisi A Bakal Panggil Kepala Dispendukcapil Terkait Layanan E KTP

“Karena cikal bakal srimulat ada di Surabaya,” jelasnya.

Kalau tiga tempat tersebut (TRS, THR, eks Hi-Tech Mall) terintegrasi, akan sangat hebat Surabaya. Yang jelas, untuk pengelolahannya tidak cukup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya. Untuk itu, perlunya menggandeng pihak ketiga.

“Tentunya, harus dicarikan mitra yang berpengalaman. Bagaimana menguntungkan pemerintah kota. Kalah pemkot urus sendiri tidak mampu, Yang menjadi penting bagaimana nantinya mitra yang digandeng harus bisa menggenjot pendapatan asli daerah (PAD),” sahutnya.

“Yang terpenting, cari pengusaha yang betul ada niatan baik untuk Kota Surabaya. Jangan sampai pengusaha cari untung sendiri, namun kotanya mati. Pengusaha seperti itu tidak layak jadi mitra,” pungkas Buchori. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...

Tinggalkan Balasan