Deutsche Post DHL Group Proses 3.500 Ton Kargo Bantukan Korban Sulawesi

2

SINGAPURA (kabarjawatimur.com) – Tim Tanggap Bencana atau Disaster Response Team (DRT) dari Deutsche Post DHL (DPDHL) Group, mengirim 26 relawan DHL untuk menyediakan dukungan logistik selama upaya pemberian bantuan di Indonesia atas permintaan pemerintah melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia) dan Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana ASEAN (AHA Centre). 

Para relawan bersama para anggota PBB memfasilitasi perencanaan dan pengoperasian logistik di seluruh organisasi non-pemerintah (LSM), otoritas bandara dan organisasi militer.

Selama penempatan ini, DRT membantu dalam fasilitasi penyaluran yang lancar dan efisien untuk barang bantuan sebanyak hampir 3500 ton.

Selama 23 hari, para relawan yang dibagi dalam tiga tim, untuk mendukung upaya internasional dalam aksi tanggap bencana di Palu, Sulawesi. DRT melakukan koordinasi terhadap upaya dari organisasi publik dan swasta di seluruh perbatasan untuk memastikan kelancaran arus bantuan bagi para korban gempa, serta menjembatani hubungan antara pihak militer dan sipil. 

Di lapangan, para relawan terbagi antara pengoperasian di landasan bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, lokasi gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018, dan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, yang berfungsi sebagai area pengambilan bantuan yang berdatangan. Sementara tim di Palu diberi tugas untuk membantu mengelola bantuan yang berdatangan untuk distribusi lebih lanjut kepada para korban, para relawan di Balikpapan bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi rantai pasokan transportasi bantuan ke Palu.

Baca Juga  Curi Tabung Elpiji, Dua Pemuda Gresik Digebuki Massa

Hal tersebut diutarakan oleh Frank Appel selaku CEO Deutsche Post DHL Group.

Loading...

“Tujuan perusahaan kami adalah menghubungkan orang-orang dan meningkatkan taraf hidup mereka”, tuturnya.

Juga diutarakan oleh Carl Schelfhaut, Manajer GoHelp, Asia Pasifik, DPDHL Group mengatakan, “Penempatan ini tidak seperti yang lainnya, karena DRT mengambil peran unik dalam mengelola transportasi barang bantuan. Barang bantuan yang masuk perlu diangkut dengan feri dari Balikpapan ke Palu, dan palet kosong di Palu harus dikembalikan ke organisasi masing-masing di Balikpapan, maka terdapat kebutuhan untuk koordinator pusat bagi proses ini. Ini akan memastikan bantuan yang tepat akan tiba di Palu pada waktu yang tepat untuk distribusi selanjutnya kepada mereka yang paling membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga  Operasi Yustisi, Petugas Bubarkan Pagelaran Wayang Kulit dan Cafe

DRT akan mengatur pengarahan harian dengan organisasi non-pemerintah dan pasukan militer nasional untuk menempatkan bantuan yang tersedia dan mengembalikan palet dengan pesawat yang relevan. Tim ini juga harus melakukan konfirmasi jadwal penerbangan yang sesuai dengan otoritas bandara.

Agustina Tnunay (Rina), Spesialis Logistik Kemanusiaan dari Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana ASEAN (AHA Centre), menambahkan, “Pusat ini bekerja erat dengan pemerintah dan berbagai organisasi non-pemerintah di bidang penanggulangan bencana dan tanggap darurat. Selama upaya tanggap darurat di masa lalu, keahlian DRT dalam mengatasi hambatan di bandara akibat masuknya pasokan bantuan mendadak sangat dihargai. Penempatan terakhir ini menunjukkan bahwa DRT juga dikelola dengan baik dalammenjembatani hubungan militer dan sipil dalam aksi tanggap terhadap bencana alam,” ujarnya.

Reporter.    :  Tim

Editor.         :  Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan