Desak KPK Usut Dugaan Korupsi di PDAM Gresik, Aktivis Gepal Gelar Aksi Demo

Aktivis Gepal saat menggelar demo di depan kantor PDAM Giri Tirta Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Puluhan aktivis yang mengatasnamakan diri Gerakan Menolak Lupa (GEPAL) menggelar aksi demo di depan kantor Perumda (sebutan baru PDAM) Giri Tirta Gresik, Jl Raya Permata Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis (8/4/2021).

Sambil membentangkan poster, mereka menyuarakan desakan agar KPK mengusut tuntas dugaan korupsi di PDAM Giri Tirta yang disinyalir melibatkan pejabat atau mantan pejabat PDAM serta rekanan dalam kerjasama proyek instalasi pengolahan air tahun 2012.

Diketahui, proyek yang tengah diusut KPK kali ini terkait proyek instalasi pengolahan air yang kerjakan oleh rekanan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo dengan investasi senilai Rp 46 miliar. Lalu proyek kedua yang dikerjakan oleh PT Drupadi Agung Lestari (DAL) di Krikilan, Driyorejo senilai Rp 86 miliar.

“Kami minta KPK mengusut tuntas dugaan korupsi di PDAM. Korupsi terjadi karena ada yang memberi dan menerima. Dan itu tidak mungkin dilakukan tanpa melibatkan banyak pihak,” ujar Korlap Aksi, Safiudin, Kamis (8/4/2021).

Loading...

Syaifuddin menyebut, korupsi di Perumda Giri Tirta berdampak serius pada pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat Gresik. Yakni fasilitas yang mudah rusak dan lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemodal besar seperti mall, dan industri baru di Gresik

“Hari ini masyarakat di kampung-kampung sangat dirugikan dengan berdirinya mall, industri dan adanya pengembang-pengembang baru ini. Justru pasokan air sangat berkurang dan bahkan tidak keluar sama sekali. mereka lebih mementingkan industri dan mall daripada mementingkan masyarakat. karena mereka pemodal-pemodal besar yang siap membayar,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah mengatakan, pihaknya juga mendukung apa yang menjadi tuntutan aktivis Gepal. Sebab sejauh ini pihaknya kooperatif dalam menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK.

“Kita juga sangat mendukung karena sampai sejauh ini masih dalam tahap pemberian keterangan. Hal ini sebagai warning juga bagaimana menjadi pegawai yang amanah,” kata wanita yang akrab disapa Risa ini.

Dia juga membeberkan, bila semua direksi dan mantan direksi PDAM telah dimintai keterangan. Bahkan pada Rabu (7/4/2021) kemarin tim KPK juga meminta keterangan dari pihak rekanan PT Dewata Bangun Tirta. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Berita sebelumyaKoordinasi Dan Komunikasi Merupakan Kunci Sukses Melalui Kebersamaan
Berita berikutnyaAlas Purwo Diterjang Hujan Angin, Puluhan Tiang Listrik Roboh

Tinggalkan Balasan