Desa Sumberagung Mencekam, Petugas dan Wartawan Jadi Sasaran

63
Motor warga FOTO: Istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Belum lama dibubarkan oleh pihak Kepolisian Polresta Banyuwangi, kerumunan massa di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, makin anarkis dan mencekam. Mereka melempari batu kearah petugas, hingga melakukan perusakan terhadap sepeda motor warga.

Salah satunya motor milik Zainudin, wartawan salah satu media online. Menurut pria asal Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, kejadian bermula saat petugas kepolisian membubarkan kerumunan massa, di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Dimana sejak Kamis malam (26/3/2020), hingga Jumat (27/3/2020), mereka melakukan penghadangan terhadap sejumlah kendaraan logistik Operator Tambang Tumpang Pitu.

Padahal pembubaran yang dilakukan oleh kepolisian, tujuannya untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekaligus tindak lanjut dari Maklumat Kapolri.

Baca Juga  Jatanras Datangi Rumah Korban Gigitan Anjing Milik Tetangga yang Diduga Juga Mengancam

“Massa melakukan pelemparan batu, banyak motor yang rusak, termasuk motor saya,” kata Mbah Din, sapaan akrab Zainudin, Jumat malam (27/3/2020).

Loading...

Disebutkan, awalnya Mbah Din tak menduga motor miliknya ikut jadi sasaran massa. Begitu tahu, motor sudah dalam kondisi tergeletak dengan beberapa bagian mengalami kerusakan.

“Lalu saya disuruh petugas untuk membawa motor menjauh dari lokasi kerusuhan,” ucapnya.

Terkait aksi anarkis massa di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ini juga diakui Eko Budi, jurnalis JTV Banyuwangi. Bahkan dia mengaku sempat diteriaki kasar oleh massa yang telah berubah beringas.

“Diteriaki, saya langsung lari menjauh,” katanya.

Seperti diketahui, sejak Kamis malam (26/3/2020) hingga Jumat (27/3/2020), kerumunan massa yang dikomando Zainal Arifin dan Narto telah melakukan aksi penghadangan sejumlah kendaraan logistik operator tambang emas di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Sesuai Maklumat Kapolri dan instruksi pemerintah, kerumunan massa pun dibubarkan oleh pihak kepolisian. Saat negosiasi dan dialog dengan kepolisian, Ari dan Narto mewakili kelompok massa dan menjadi pimpinan mereka. Diduga tak terima, mendadak massa berubah anarkis. (*)

Baca Juga  Percepatan Pencairan Bantuan Sosial Wilayah Bojonegoro

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakBuntut Penghadangan Kendaraan Logistik Dibubarkan, Massa di Desa Sumberagung Berubah Anarkis
Artikulli tjetërDiduga Cabuli Mertuanya, Oknum Polisi di Ujungpangkah Gresik Dilaporkan ke Propam

Tinggalkan Balasan