Debt Collector Ditangkap Polisi, Hamili Bocah Dibawah Umur

90

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Pria berinisial CA (27) warga Jalan Tambak Mayor, Asemrowo, Surabaya diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Sebelumnya, Debt Collector (Juru tagih) sebuah koprasi tersebut terazia oleh petugas Gabungan dan Pol PP dikamar kos dengan anak dibawah umur yang tengah hamil dua bulan.

Pria yang menduda sejak Tahun 2015 tersebut dan kekasihnya yang masih dibawah umur, dirazia petugas di Jalan Kedung Anyar,Bubutan.

Kepada petugas, pelaku mengaku tidak mengetahui jika pasangannya masih dibawah umur dan masih duduk di bangku SMP.

Pelaku CA berkilah jika pasangannya yang sudah 1,5 tahun pacaran dengannya itu sekolah SMK.

“Tidak tau kalau SMP, bilangnya sudah SMK, saya setubuhi sudah hampir 10 kali sejak sebelum lebaran,” jelas CA kepada petugas di Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (30/8/2019).

Baca Juga  Abdul Halim Terpilih Sebagai Ketua IKA UTM Periode 2022-2026

CA juga mengaku selalu mengajak korban dirumah kos harian yang ia sewa. Ditempat itulah pelaku melancarkan aksinya kepada korban berulang kali hingga hamil dua bulan.

Loading...

Setiap mengajak hubungan suami istri dikamar yang disewanya seharga Rp 125 ribu, pelaku juga melakukan tipu daya agar korban mau. Pelaku selalu menyebutkan akan bertanggung jawab.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, awalnya kedua pasangan tidak resmi itu ditangkap oleh Polisi bersama Satpol PP yang menggelar razia tempat kos.

“Kami mendapatkan laporan ketika Polsek bubutan melakukan razia dirumah kos dan ditemukan salah satu kamar yang ada anak perempuan dan masih duduk dibangku SMP,” sebut Ruth Yeni.

Baca Juga  Polda Jatim akan Panggil Pelaku Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan

Setelah itu, Unit PPA Polrestabes Surabaya memanggil kedua orang tua korban dan melaporkannya ke pihak Kepolisian.

Saat itu juga pelakunya langsung diamankan dan dijebloskan kedalam penjara.

Pelaku akan jerat Pasal 81 UU RI NO. 35 TH 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima tahun, maksimal 15 tahun penjara. (Eko)

Teks foto : Pelaku diapit petugas dan Kanit PPA.

Editor : Budi

Loading...
Artikulli paraprakWarna-Warni Pawai Budaya Tumbuhkan Semangat dan Inspirasi Pelajar
Artikulli tjetërObati Stroke dengan ini, Pria Surabaya Diamankan Polisi

Tinggalkan Balasan