Dana Stimulan Tak Cair, Kampung Tanguh Surabaya Meredup

141

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Aktifitas Kampung Tangguh di Kota Surabaya tampak lesu dan terkesan kurang vitamin, bahkan sebagian kampung tangguh di Kota Pahlawan sudah mulai tidak ada.

Dimana fungsi kampung Tanguh yang selama ini sebagai kampung membentuk satuan tugas (satgas) untuk menerapkan protokol kesehatan, yang dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar, kini sedikit demi sedikit kurang berfungsi.

Seperti yang tampak pada kampung Tanguh Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo, pada Rabu (2/8/2020). Kunjungan yang dilakukan oleh Wapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo bersama Kapolsek Wonokromo dan Kanit Binmas Polsek Wonokromo.

Selama kunjungan kampung Tanguh yang berada di Sekitaran Bakso Rindu Malam,  tampak baner Kampung Tanguh yang terpasang di gapuro kampung mengalami sobek dan terekesan kurang terawat.

Meski fungsi telah berkurang namun pihak Polrestabes Surabaya yang di bantu oleh Polsek Jajaran tetap mendukung dan optimis agar kampung Tanguh tetap dipertahankan semaksimal mungkin.

Baca Juga  Polisi Amankan Pengedar Putat Jaya Surabaya

Faktor terjadinya kampung Tanguh lesu hingga tidak berfungsi dikarenakan dana simulasi yang dijanjikan pemerintah belum kunjung cair. Swadaya dengan menggalang urunan yang dilakukan warga ditengah pandemi Covid-19, semakin membebani perekonomian warga kampung.

Loading...

Kampung Tanguh lesu hingga merotoli pernah dikupas oleh beberapa media masa, seperti beberapa waktu yang lalu di RW 04 Kelurahan Gununganyar. Ketua RW yaitu Prawoto mengatakan, dari 19 Kampung Tangguh di wilayah RW 04 Gununganyar kini tinggal dua Kampung Tangguh yang masih beraktivitas.

Kenapa aktivitas Kampung Tangguh mulai lesu? Prawoto menjelaskan, awalnya didirikan Kampung Tangguh memakai anggaran swadaya warga yang terbatas. Jika tarikan iuran dari swadaya warga secara terus menerus digunakan operasional ini kemudian dikeluhkan warga.

Baca Juga  Tiga Pejabat Fungsional Dilantik, Ini Pesan Kakanwil Kemenkumham Jatim

“Intinya pengurus sudah capek. Karena sudah bosan dengan alasan tidak ada bantuan atau support anggaran dari pemerintah dan kita sudah menganggap corona tidak ada,” ungkapnya.

Secara terpisah terkait cairnya dana simulasi Rp 10 Juta dari Pemkot Surabaya untuk kampung Tanguh, pihaknya masih menunggu jawaban resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan mengaku, jawaban BPK sudah ada di tangan Pemkot. Sekarang pihaknya sedang meramu Juknis pencairan dana stimulan tersebut.

“Jawaban BPK sudah ada. Sekarang kami sedang membuat laporan ke Ibu Wali Kota,” ujar Hendro.

Reporter.  :  Rusmiyanto

Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakDetik Terakhir, PKB Rekom Gus Muhdlor-H.Subandi  
Artikulli tjetërJelang Pendaftaran, Qosim – Alif Gelar Sholawatan dan Santunan Anak Yatim

Tinggalkan Balasan