Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan, Ahmad Safik

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Kabupaten Bangkalan masih sangat bergantung pada Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur.

Contohnya APBD Tahun 2019, dari total 2,3 Triliyun, 90% merupakan Dana Perimbangan diantaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAUM).

Sayangnya untuk Tahun 2020, Dana Perimbangan Kabupaten Bangkalan diproyeksikan akan menyusut 70 Miliar rupiah, dari Anggaran Tahun 2019 yakni sebesar Rp 1.534.873.508.459. menjadi Rp. 1.461.624.911.055.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan, Ahmad Safik menerangkan jika selilisih Dana Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang sangat jomplang.

“Selama ini memang kita masih sangat bergantung pada suntikan dana dari Pemerintah Pusat dan Provinsi,” terang Safik, pada Selasa (3/12/2019).

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Imigrasi Depok dapat CSR Bank Rakyat Indonesia

Untuk mensiasati pengurangan itu, Politisi PPP itu mendorong agar Pemkab meningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Loading...

“Salah satunya agar OPD lebih kreatif dan inovatif agar tidak hanya bergantung pada anggran,”imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan Setijabudi mengatakan, menyusutnya dana perimbangan untuk Kabupaten Bangkalan pasti akan ada pengaruh terhadap kegiatan ekonomi daerah.

“Jadi semua dana yang ada di APBD itu pasti ada multiplier effect terhadap kegiatan ekonomi di suatu daerah,” ujarnya.

Artinya, lanjutnya, pengurangan anggaran kepada daerah secara umum akan berimbas kepada berkurangnya perputaran ekonomi di daerah tersebut.

“Tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini 50 persen disebabkan karena konsumsi. Kalau ekonomi berputar maka tingkat konsumsi juga berputar,” imbuhnya.

Baca Juga  Kemenko Bidang Perekonomian Serahkan Penghargaan pada TPID Terbaik

Untuk mensiasati itu, kata Budi, Pemkab akan menggenjot PAD dengan target kenaikan 10 persen di masing-masing OPD yang dibebankan PAD. “Meskipun tidak ada pengurangan Dana Perimbangan Target PAD harus meningkat dari tahun sebelumnya,” katanya. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaKompak Pesta dalam Kamar Kos, Lima Pria di Surabaya Kaget ada Polisi Datang
Berita berikutnyaKapolres Jember: STOP! Proyek Pembangunan Kantor Kecamatan Jenggawah

Tinggalkan Balasan