Dampak PPKM, Pelaku Seni Banyuwangi ‘Menjerit’

175
Demy Hardy, Pentolan Penyanyi Banyuwangi. (ISTIMEWA)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pelaku dan pekerja seni di Banyuwangi, Jawa Timur sangat ‘menjerit’. Ya, hal tersebut akibat imbas dari kebijakan PPKM

“Jangankan kerja, gerak aja gak bisa ini. Banyak job yang sudah masuk terpaksa dibatalkan. Kami pun juga tak bisa berbuat banyak,” tegas Demy Hardy, salah satu pentolan penyanyi Banyuwangi saat menggelar aksi di depan Kantor Bupati setempat, Kamis (5/8/2021).

Dampak PPKM ini, menurut pelantun tembang lagu ter-hits berjudul Kanggo Riko ini memberikan dampak pada sektor perekonomiannya. Jika hari biasa mereka memiliki pemasukan. Namun, sejak pandemi pemasukan mereka berkurang.

Tentunya, banyak job-job manggung dibatalkan karena terbentur aturan pembatasan yang begitu ketat. Alhasil, tak sedikit yang mengandalkan uang tabungan demi bertahan hidup di masa pandemi.

“Dari sini, pelaku seni lainnya sudah tak pernah manggung akibat dampak pandemi dan terbentur aturan pembatasan yang ketat, sehingga banyak job-job manggung batal,” kata Demy.

Baca Juga  Penularan Virus PMK di Jember Meluas
Puluhan pelaku dan pekerja seni Banyuwangi saat menggelar aksi didepan Kantor Pemkab Banyuwangi. (Istimewa)

Tak adanya pemasukan selama pandemi membuat Demy dan pelaku seni lainnya harus rela merogoh tabungannya untuk biaya hidup sehari-hari.

Loading...

“Yang penting bagaimana caranya kita bisa terus untuk bertahan hidup,” jelasnya.

Dirinya berharap pemerintah memberikan solusi terbaik terhadap pelaku seni di Banyuwangi yang terdampak pandemi.

“Kita tak meminta bantuan kepada pemerintah daerah, tapi berilah kami solusi yang terbaik. Salah satunya memberi kelonggaran dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sehingga kami bisa kembali bekerja,” harapnya.

Senada juga disampaikan Lucky, salah satu MC di Banyuwangi ini mengaku pandemi Covid-19 memberi dampak hampir di semua sektor. Terlebih ketika PPKM, para pelaku seni semakin tercekik secara perekonomian

Baca Juga  Indonesia Tuan Rumah AEM Special Meeting di Bali, Mendag Lutfi: Targetnya Pengembangan Ekonomi Kawasan

Dirinya mengaku pendapatannya menurun hingga 50 persen. “Padahal biasanya dalam sebulan bisa mendapat job antara 17 sampai 20 kali, namun sebulan kemarin saya hanya dapat 1 job,” akunya.

Disisi lain, pengeluaran sehari-hari seperti untuk biaya makan, membayar angsuran serta kebutuhan lainnya tak bisa dihindari.

“Jika kami harus pindah profesi, tidak bisa secara instan, karena pindah pekerjaan juga butuh proses,” imbuhnya.

Oleh karena itu ia dan para pekerja dan pelaku seni lainnya dalam waktu dekat berencana mengajukan hearing ke DPRD Banyuwangi untuk menyuarakan apa yang menjadi keluhan para pelaku seni. Dengan harapan, aspirasi mereka juga disampaikan ke Bupati Banyuwangi agar mendapat solusi yang terbaik. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakSaat Warga Antusias Vaksin, Khofifah: Stok Vaksin Berbagai Daerah di Jatim Habis
Artikulli tjetërKRI Pollux-935 Perkuat Alutsista TNI AL

Tinggalkan Balasan