Dampak Pipa PDAM Jebol, Komisi A Panggil Warga dan Kontraktor

146
DPRD Kota Surabaya
Komisi A menggelar rapat hearing membahas jebolnya pipa PDAM di Gununganyar.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Komisi A DPRD Surabaya memanggil pihak kontraktor dan perwakilan warga terkait dampak pipa PDAM yang jebol beberap waktu lalu di Gunungayar, beberapa waktu lalu. Pila PDAM jebol menyebabkan arus aliran air PDAM ke warga Gunung Anyar tersendat.

Komisi A DPRD Kota Surabaya memanggil Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pengelolaan Bangunan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan dan PT Adhi Karya selaku kontraktor pada Senin (8/6). Pemanggilan tersebut atas pengaduan warga.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengatakan PT Adhi Karya menyampaikan bahwa kewajiban mengajukan permohonan izin berada pada pihak UINSA, dan pihaknya berpikiran dengan kesempatan ini berharap PT Adhi Karya menghentikan segala aktifitas pembangunan.

“Saya berharap PT Adhi Karya menghentikan segala aktifitas pembangunan sampai UINSA mendapat izin mendirikan bangunan dari Pemkot, ” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan jika persoalan dengan warga sekitar sudah ada frame yang sama untuk berbicara satu sama lain dan mudah mudahan terealisasi dalam waktu dekat.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Sedangkan mengenai kerugian yang dialami akibat jebolnya pipa PDAM ini, PT Adhi Karya menjelaskan sedang melakukan negoisasi difasilitasi oleh Cipta Karya dan Tata Ruang.

“Perlu dijelaskan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak memiliki pretensi yang negatif terhadap PT Adhi Karya,”tambahnya.

Loading...

Salah satu perwakilan warga Gunung Anyar berharap, agar komisi A DPRD Surabaya agar terus mengawal demi warga dan hasilnya bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga.

“Harapan kami komisi A bisa terus mengawal demi warga,” ujar Imron Ketua TIM 9 Gunung Anyar.

Pihaknya menyebutkan masih banyak permohonan seperti menara masjid diajukan ke pihak PT Adhi Karya. Hal itu dinilai karena disana asetnya sangat besar yang dimanfaatkan oleh proyek tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Proyek PT Adhi Karya Abdul Somad mengatakan, terkait dengan dampak dan sebagainya, didalam metode pemancangan, pihaknya sudah melakukan analisa dengan lokasi yang ada dengan persyaratan dokumen lelang.

Baca Juga  Kelompok Residivis Pencurian Tertangkap, Tiga Diantaranya Wanita

“Bahwa kita dilapangan sudah tidak memakai hammer, tidak ada suara sama sekali terkait dengan pemasangan, sistimnya adalah di injek,” tegasnya.

Pihaknya dan UINSA sudah dipanggil ke PU Cipta Karya terkait dengan biaya yang timbul, dan hal itu akan dikoordinasikan antara PT Adhi Karya, UINSA dan PDAM.

“Sudah ada berita acaranya di PU Dinas Cipta Karya sudah ada solusinya tapi belum sampai ke dalam angka,” terangnya.

Sedangkan pengurasan air pipa PDAM dari tambak dibuang ke saluran tengah yang sudah digali sesuai permintaan dari warga dan mengenai terhadap tambak sudah dilakukan.

“Itu sudah kita selesaikan dengan pemilik tambak sudah ada ganti ruginya,” tutupnya. (*)

Reporter: Boy
Editor : Okin Dzulhilmy

Loading...
Artikulli paraprakHeboh!!, Krembangan Surabaya Geger Satu Warganya Dibekuk Polisi
Artikulli tjetërImigrasi Malang Ikuti Uji Petik Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI

Tinggalkan Balasan