DAFI Pesantren Al Quran Sciences Mengadakan Pelatihan Terapi Bangkai Emosi, Master Sugesti Indonesia Aris Ahmad Jaya

53

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com) Dafi Pesantren Al Quran Sciences mengadakan kegiatan pelatihan terapi bangkai emosi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur, guru, dan musyrif/ah serta beberapa peserta umum dari luar Dafi.

Bertempat di ponpes Dafi putri sarirogo, Sabtu (22/1/2022). Rangkaian kegiatan tersebut di buka oleh KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd . Sebagai pemaparan materi oleh master sugesti Mr. Sugesti Aris Ahmad Jaya dan selain itu semua peserta diajak untuk mempraktekkan materi setelah ishoma.

KH. Syaiful Arifin,SS.,M.Pd mengatakan, salain melatih para ustadz dan ustadzah Dafi untuk lebih memahami tentang diri sendiri sebagai pendidikan dan juga memahami emosi-emosi yang sering menjadi pribadi maupun sebagai pendidikan. Setelah itu mampu menerapi emosi-emosi negatif pada dirinya dan orang lain khususnya para santri Dafi.

Menurut Syiful Arifin menyampaikan, harapannya dari kegiatan tersebut dengan pelatihan Terapi Bangkai Emosi diharapkan para ustadz ustadzah lebih mampu mengontrol emosinya sendiri.

Baca Juga  Pemkab Lamongan Fasilitasi Mudik Gratis

“Dan menerapi sendiri bila menghadapi masalah emosi dan mampu menjadi pendidik dan dai yang lemah lembut dan bijaksana,” katanya.

Loading...

Dwi Nur Syafriyanti ketua panitia mengatakan, sebagai salah satu sarana up grade guru dan musyrif/ah dalam mendidik dan mendampingi santri, Aris Ahmad Jaya memberikan bagaimana tahapan dalam teknik terapi bangkai emosi ini kepada peserta.

Kemudian terkait sugesti, bahwa ternyata sesuatu yang positif itu bisa kita sugestikan pada orang lain untuk bisa lepas dari penyakit atau beban psikis.

Dwi Nur Syafriyanti mengatakan, ada salah satu peserta yang begitu kuat menerima sugesti yang diberikan oleh pemateri. Ini menunjukkan kepada peserta bahwa sugesti bisa mengajak orang sesuai dengan arahan yang memberi sugesti.

Baca Juga  Kenalkan Potensi Hasil Bumi, Pokmas Shoberoh Gratiskan Ratusan Liter Legen

Yang menarik peserta yaitu pemateri Aris Ahmad Jaya ketika mensugesti kursi itu cukup berat kepada salah satu peserta sehingga peserta tersebut benar-benar tidak bisa mengangkatnya, padahal saat di angkat teman yang lain bisa dan ringan.

“Kekuatan kalimat sugesti yang positif itu bisa kita berikan pada orang lain dalam hal ini bisa di terapkan kepada santri, bagaimana nanti para guru dan musyrifah/ah itu mensugesti santri bahwa menghafal itu mudah, di pesantren itu menyenangkan,” ujarnya.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana upgrade guru dan musyrif/ah yang yang ada di asrama maupun sekolah untuk mendidik dan mendampingi santri. (MAS)

Loading...
Artikulli paraprakSatu Pelaku Tawuran Dinoyo Ditangkap
Artikulli tjetërMantan ODGJ Dapat Bantuan Kapolres

Tinggalkan Balasan