“Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Usia Dini Untuk Anak Bukan Hal Tabu

14
Pakar dan dokter kesehatan anak dan psikologi
Pakar dan dokter kesehatan anak dan psikologi

JAKARTA (kabarjawatimur.com) – Tentang masa menarche (menstruasi pertama kali) yang semakin dini dari zaman ke zaman bagi anak perempuan di Indonesia.
Hasil penelitian dimana sebelumnya remaja mengalami menstruasi perempuan berumur 11 – 14 tahun, namun untuk saat ini anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun

Dengan semakin meningkatkannya anak perempuan yang mengalami menstruasi dini sehingga beberapa edukasi seperti halnya informasi melalui dunia internet dan website perlu dilakukan. Seperti yang diberikan oleh PT Uni-Charm Indonesia Tbk dengan mengeluarkan website Charm Girl’s talk www.charmgirlstalk.com, yang bisa sudah diakses baik oleh orang tua ataupun anak.

Beta Sindiana, S.Gz selaku Ahli Gizi pada saat peluncuran virtual website Charm Girls’ Talk pada Kamis (12/11/2020) memeberikan keterangan Hal tersebut disebabkan gaya hidup dan pola makan.

“Perkembangan tren gaya hidup sedentari dan pilihan makanan seperti restoran cepat saji, junk food (makanan tinggi kalori dan lemak namun rendah mikronutrien) juga menjadi faktor yang berhubungan dengan usia menarche yang lebih cepat. Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi junk food dengan usia menarche. Ditemukan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi junk food >2x per minggu, lebih banyak mengalami menarche dini (<12 tahun) dari yang mengonsumsi junk food £2x per minggu. (Anita, 2018)”, ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2019, 65% orang tua Indonesia tidak membicarakan tentang menstruasi ke anak, dan 45% orang tua Indonesia juga menganggap pembicaraan tentang menstruasi penting untuk dilakukan ke anak. Padahal, menstruasi memberikan beberapa perubahan dan dampak pada anak.

Baca Juga  Kampanye di Rogojampi Gus Riza 'Door to Door' Keliling Kampung Diarak Kesenian Kuntulan

“Masa pubertas, termasuk menarche di dalamnya memiliki banyak dampak psikis terutama pada anak yang baru pertama kali mengalami. Seperti perubahan fisik yang membingungkan, perubahan hormon, yang menimbulkan banyak pertanyaan bagi anak”, ujar Psikolog Anak Devi Sani, M. Psi yang turut hadir dalam peluncuran virtual Charm Girl’s Talk.
“Secara psikis, anak yang mengalami menstruasi pertama kali menjadi bingung harus bertanya ke siapa karena malu, dan cenderung tidak ingin membicarakannya pada siapapun, padahal, banyak hal-hal penting yang perlu diketahui oleh anak yang berkaitan dengan menstruasi,” tambah Devi.

Loading...

Melihat dampak tentang dininya anak perempuan yang mengalami menstruasi PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand-nya Charm, merk pembalut no.1 pilihan perempuan Indonesia (berdasarkan data Nielsen 2020), meluncurkan Website “Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Untuk Anak. Berdasarkan data Lapangan Survei Demografi & Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2017, ditemukan bahwa 1 dari 5 remaja putri Indonesia tidak mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkan menstruasi pertama.

Yuji Ishii, President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk, memberikan keterangan bahwa Charm memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia. Menstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini.

Baca Juga  Duh! Kasus Perdagangan Anak di Eks Lokalisasi Padang Bulan-Banyuwangi, Polisi: Dua Korban Masih Pelajar

“Charm melihat internet dan edukasi ke sekolah sekolah merupakan platform yang sangat potensial untuk memberikan edukasi kepada anak dan remaja mengenai menstruasi terutama di masa pandemi,” ujarnya.

Dr. Poppy Dewi Puspitawati M.A., Widyaprada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, mengapresiasi upaya Charm dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan khususnya mengenai menstruasi yang merupakan salah satu perhatian dari Kemdikbud.

Karena menurut data Kemdikbud tahun 2019, menstruasi dini mempengaruhi tingkat partisipasi sekolah. Oleh sebab itu, penting bagi fasilitator pendidikan yakni guru dan sekolah untuk dapat memberikan edukasi yang mumpuni, termasuk juga kepada orang tua yang merasa kesulitan untuk menjelaskan perihal menstruasi kepada putrinya. Website edukatif seperti ini bisa menjadi opsi untuk memberikan edukasi kepada siswi.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) yang turut berpartisipasi dalam peluncuran website menyampaikan, “Menstruasi perlu dikomunikasikan dan diedukasi dengan baik, dari mulai siklus-nya, hingga mitos-mitos yang berkaitan dengan menstruasi. Di masa sebelumnya, saya menyesali bahwa menstruasi tidak banyak diedukasi dengan mapan, padahal sebenarnya hal ini perlu dipahami dan mudah untuk dipahami. Banyak terjadi seorang perempuan mengalami masalah berkaitan reproduksi di waktu yang terlambat, karena mereka tidak memiliki pemahaman sejak dini, sehingga anak dan perempuan remaja harus mengerti tentang reproduksi dan menstruasi sedini mungkin, karena memiliki kaitan dengan masalah reproduksi lainnya.

Reporter : Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan