Cerita Pekerja dan Pelaku Investasi Dihadang di Gunung Salakan

38
Istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Tak selalu menyenangkan seperti yang ditawarkan dalam promosi. Bisa jadi itu yang dirasakan oleh pekerja dan pelaku investasi di Banyuwangi. Bahwa kelancaran tak selalu sesuai dengan apa yang ramai diberitakan.

Setidaknya kiranya itu yang kini dirasakan oleh para pekerja dan pelaku investasi PT Merdeka Copper Gold Tbk.Seperti diketahui, induk perusahaan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) tersebut sedang menjalankan project geologi di gunung Salakan, di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Dalam menjalankan aktivitas, para pekerja beberapa kali dihambat oleh sekelompok orang yang menyebut sebagai kelompok tolak tambang. Para pekerja dihadang dan dilarang bekerja.

“Kami ini hanya ingin bekerja tapi kenapa selalu saja dihambat oleh mereka (Kelompok tolak tambang),” kata Supri, salah satu pekerja, Selasa (30/8/2022).

Ya, Supri bersama rekan-rekannya hari ini kembali harus menelan pil pahit kembali. Keinginan bisa bekerja yang telah diniatkan dari rumah, kembali pupus lantaran dihadang kelompok tolak tambang. Penghadangan terjadi dijalur akses menuju area lompongan, gumuk gendruwo dan goa macan yang berada di tikungan Mbah Maruah, Dusun Pancer.

Baca Juga  Pejabat Lama Purna Bakti, Kemenkumham Jatim Dipimpin Pelaksana Tugas

Penghadangan terhadap kegiatan pelaku investasi yang telah memegang legalitas perizinan dari pemerintah ini disaksikan oleh aparat kepolisian Polresta Banyuwangi. Dan petugas seakan tak berdaya.

“Padahal ini kan sudah ada izinnya,” gumam Supri.

Kelompok tolak tambang mengaku sengaja melakukan penghadangan terhadap pekerja dengan dalih menyelamatkan lingkungan. Mereka juga meminta agar PT Merdeka Copper Gold Tbk, melakukan sosialisasi.

Loading...

H Caesar Muhni Rizal, perwakilan PT Merdeka Copper Gold Tbk, menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya telah melakukan sosialisasi. Terakhir, sosialiasi juga digelar kembali pada 24 Agustus 2022 di kantor External Affairs PT BSI.

“Kita mengundang hadirkan perwakilan masyarakat dan Forpimka Kecamatan Pesanggaran, termasuk kepolisian,” ucapnya.

“Agar lebih efektif, sosialisasi juga kita sampaikan melalui media,” imbuhnya.

Sebenarnya, selama mengelola PT BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, PT Merdeka Copper Gold Tbk telah banyak melakukan program melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastuktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan. Termasuk menjadi salah satu penyumbang anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Siapkan Pertunjukan Spektakuler Peringati Hari Disabilitas Internasional di Jember

Sebagai pelaku investasi, masih Eca, sapaan akrab H Caesar Muhni Rizal, dia berharap bisa segera menjalankan aktivitas. Dengan begitu, manfaat yang bisa diberikan perusahaan akan lebih banyak.

“Kehadiran kami untuk menjadi bagian sekaligus keluarga bagi masyarakat. Dan sudah menjadi komitmen perusahaan untuk bisa memberi manfaat kepada masyarakat,” bebernya.

Kisah pekerja dan pelaku investasi, PT Merdeka Copper Gold Tbk ini sejatinya bisa menjadi preseden buruk iklim investasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Kelancaran dan kepastian hak investor seakan terabaikan.

Disisi lain, lokasi project geologi di gunung Salakan, di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sudah bukan rahasia umum banyak menjadi jujugan para pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dan mereka bisa leluasa beroperasi. (*)

Loading...
Artikulli paraprakЛучшие онлайн- Вулкан Россия игровые автоматы казино с ставками
Artikulli tjetërKomisi III Titip Polri Perhatikan Fasilitas 91 Polsek Kepulauan Terluar

Tinggalkan Balasan