Korlap Aliansi Santri Jember Ayub Junaedi saat dikonfirmasi media usai laporan di Polres Jember, Senin (19/10/2020).

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Gus Nur Sugi alias Sugi Nur Raharja yang dikenal sebagai penceramah kontroversial kembali memicu masalah. Buntut dari pernyataan yang dimuat dalam channel YouTube milik pakar hukum tata negara, Refly Harun. Nur Sugi dilaporkan polisi karena dianggap menghina ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Sejumlah warga NU yang menamakan diri Aliansi Santri Jember melaporkan Nur Sugi ke Polres Jember, Jawa Timur.

“Atas nama pribadi dengan di back up rekan-rekan Ansor, kita laporkan secara resmi kepada aparat kepolisian. Karena dia sudah berulang kali menyebarkan ujaran kebencian ke berbagai pihak. Kami laporkan agar tidak terulang kembali,” ujar Ayub Junaidi, koordinator Aliasi Santri Jember (ASJ) usai membuat laporan di Mapolres Jember.

Saat membuat laporan polisi tersebut, Ayub juga didampingi oleh sejumlah pengurus GP Ansor Jember, sayap kepemudaan ormas NU.

Baca Juga  Motif Godong Jati Ramaikan Jersey Persibo Bojonegoro

Aliansi Santri Jember menilai dalam tayangan berdurasi 29 menit 58 detik itu, terdapat sejumlah pernyataan Nur Sugi menghina NU. Diantaranya adalah ucapan Nur Sugi yang mengumpamakan NU itu seperti Bus Umum yang sopirnya mabuk dan kernetnya ugal-ugalan.

Pernyataan itu dimuat di tayangan dengan judul “Setengah Jam Dengan Gus Nur” yang diunggah pada hari Minggu (18/10) kemarin.

Loading...

“Dia juga menyebut isi busnya adalah Liberal dan Komunis. Menurut kami, itu sudah termasuk ujaran kebencian. Sebagai warga negara yang taat hukum, kami laporkan mengacu pada UU ITE,” ujar Ayub yang juga mantan Ketua GP Ansor Jember itu.

Hingga berita ini diturunkan, tayangan tersebut sudah ditonton hingga 30 ribu kali dengan 329 komentar. Menurut Ayub, pernyataan Nur Sugi tidak hanya menyinggung warga NU di Jember, tapi juga di berbagai daerah lainnya.

Baca Juga  Wabup Gresik Ajak Kader Bangga Kencana Tanggulangi Stunting

“Informasinya, teman-teman di daerah lain juga akan melakukan hal yang sama, yakni melapor ke polisi. Kami harap laporan ini bisa ditindaklanjuti agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Ayub.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Fran Dalanta Kembaren saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan polisi dengan terlapor Nur Sugi.

Namun Fran enggan menjelaskan lebih lanjut karena masih akan mengkajinya terlebih dulu. Termasuk kemungkinan berkoordinasi dengan Polda Jatim, mengingat rekaman dialog antara Nur Sugi dengan Refly Harus diduga dilakukan di Jakarta.

“Kami akan pelajari terlebih dulu. Kalau dibutuhkan, kami pasti akan koordinasi dengan Polda Jatim,” ucap Fran. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaIbu-Ibu Ipuk Lovers Deklarasikan Dukung Ipuk-Sugirah
Berita berikutnyaDijanjkan Honda Jazz, Warga Pamekasan Madura Selundupkan Sabu Powerbank

Tinggalkan Balasan