Cawawali Nomor 1 Armuji Komitmen Perhatikan Kaum Minoritas

152
Didampingi warga Budhis, Cawawali Surabaya Armuji membagikan nasi kotak kepada warga sekitar Vihara BDC.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) Cawawali Kota Surabaya Ir Armuji terus menggali persoalan tentang Kota Surabaya yang belum sampai ke telinganya untuk dijadikan pijakan ketika memimpin Surabaya bersama Cawali Eri Cahyadi.

Seperti yang dilakukan paslon nomor urut 1 ini dengan mendatangi Vihara BDC di Jalan Raya Panjang Jiwo Permai 44 Surabaya, Senin (12/10) siang. Sambil makan siang, Armuji mendengarkan keluh kesah komunitas warga Budhis.

“Kita diundang oleh mereka untuk mendengarkan unek-unek dan keluh kesah mereka sebagai kaum minoritas. Apa yang dikeluhkan mereka ini nantinya akan kami perjuangkan sebagai kaum minoritas,” ujar Cak Ji—sapaan akrab—Armuji, kemarin.

Usai mendegarkan keluhan itu, Cak Ji sempat tercengang. Sebab, kelompok ini sudah 168 hari berjalan membagi-bagikan nasi bungkus pada jam makan siang kepada masyarakat Surabaya dari berbagai daerah yang menjadi dampak korban Covid-19.

Baca Juga  Bocah 4 Tahun di Surabaya Tercebur Dalam Sumur

“Ini merupakan bentuk sosial yang tinggi, karena peduli dengan kondisi masyarakat Surabaya. Meskipun menyadari sebagai kelompok minoritas, tetapi yang dilakukan ini sangat luar biasa. Perlu digarisbawahi, apa yang dimakan itu, sama seperti yang dibagikan ke orang-orang,” puji Cak Ji.

Loading...

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyaksikan sendiri warga yang datang ke vihara ini datang dari kawasan Tenggilis, Rungkut, Ngagel, Darmorejo sampai komunitas Grab dan Gojek.

Sementara itu, perwakilan kelompok Budhis Surabaya, Hudi mengatakan, jika mereka adalah bagian dari warga Kota Surabaya yang mengingikan kota ini yang sudah baik menjadi lebih baik.

“Jadi apa yang kami sampaikan adalah mendengarkan aspirasi warga atau harapan warga. Kami percaya bila mereka terpilih menjadi pemimpin yang amanah, tentunya tidak mungkin macam-macam,” ujarnya.

Baca Juga  Modal Foto Lelang di FB, Kelabuhi Tetangga hingga Ratusan Juta

Lanjutnya, kaum minoritas ini bagian dari warga Surabaya yang bukan hanya sebagai penggembira.

“Kami bukan mencari nama tapi kami ingin menjadi pelopor dimana tempat yayasan, tempat ibadah seluruh Kota Surabaya bahkan Indonesia bisa mengikuti jejak kami. Insyaallah Indonesia aman karena disaat Pandemi semua orang itu seperti kena PHK, tidak punya pekerjaan mereka tetap makan dan orang saat lapar gampang digerakkan,” sahutnya.

Untuk itu, ia menginginkan harapan bukan janji supaya mereka punya semangat bahwa mereka tetap ada yang memperhatikan. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakSukseskan Pilwali, Polisi di Blitar Gelar Doa Bersama
Artikulli tjetërMasih Ingat Gadis Cantik Jambret di Waduk Unesa, Begini Keadaan Saat ini

Tinggalkan Balasan