Cabup Qosim Dijadwalkan Bertausiah di Masjid, Tim Hukum Niat Layangkan Keberatan ke Bawaslu Gresik

170
Tim Hukum dan Advokasi Paslon Niat, Irfan Choirie saat menunjukkan surat keberatan yang dikirim ke Bawaslu Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Tim Hukum dan Advokasi pasangan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) merasa keberatan dengan adanya rencana kehadiran Cabup Moh Qosim yang dijadwalkan akan memberikan tausiah di Masjid Al Amin, Jalan Riau Perumahan Sidorukun, Gresik, pada Minggu (18/10/2020) pukul 04.15 WIB.

Dalam surat undangan yang telah beredar juga disebut akan ada acara pengajian dan gerakan sholat subuh berjamaah. Menyikapi hal ini, Tim Hukum dan Advokasi Paslon Niat yang diketuai oleh Irfan Choirie akhirnya melayangkan Surat Keberatan ke Bawaslu Kabupaten Gresik, Sabtu (17/10/2020) sore.

“Rancana kegiatan tausiah dan gerakan sholat subuh berjamaah ini juga atas sepengetahuan kepala desa setempat,” ujar Irfan didampingi M. Ali Muchsin dan Ponco Pratikno di Posko Pemenangan Paslon Niat, Kebomas, Gresik, Sabtu (17/10/2020).

Langkah ini, lanjut Irfan, sebagai bentuk preventif (pencegahan). Yang mana, masjid merupakan sarana umum milik masyarakat. Apalagi dalam peraturan sudah jelas bahwa masjid merupakan salah satu fasilitas umum yang dilarang untuk kampanye Pilkada.

Baca Juga  Cara IKD Peringati Hari Sumpah Pemuda Bersama Anak Difabel

“Terlepas undangannya tausiah, yang jelas Pak Qosim itu Cabup di Pilkada Gresik 2020. Entah kapasitasnya kiai atau apa, status Cabup itu melekat,” tegas Irfan.

Oleh karena itu, pihaknya merasa keberatan karena berpotensi terjadi masalah. Sebab, masjid adalah milik umum. “Makanya, sebelum terjadi apa apa, kami lalu melayangkan keberatan kepada Bawaslu,” pungkasnya.

Dia pun percaya bila Bawaslu akan netral dan bertindak profesional dalam menuntaskan persoalan selama tahapan Pilkada Gresik. Terbukti ketika Paslon Niat dilaporkan tim advokat QA, Hariyadi ke Bawaslu lantaran membuat kontrak politik.

Loading...

“Laporan yang ditujukan kepada paslon kami sudah diproses Bawaslu. Dan hasilnya ditolak karena tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, kami sangat mengaoresiasi kinerja Bawaslu,” tegasnya.

Ditambahkan, dalam laporan kontrak politik Paslon Niat dengan Barugres ke Bawaslu, disinyalir ada upaya untuk menggiring Paslon Niat didiskualifikasi. Sehingga Pilkada Gresik hanya muncul paslon tunggal.

“Kami ingin Pilkada Gresik kondusif, jujur dan adil. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menjadi ambisius untuk memenangkan paslon tertentu sebagai pemenang Pilkada dengan menghalalkan segala cara,” imbuhnya.

Baca Juga  Keren! Subur Juga Arahkan Warga Miskin Desa Sumbermulyo Dukung Cabup Cawabup Peserta Pilbup Banyuwangi

Sementara itu Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi ketika dikonfirmasi terkait adanya surat keberatan yang dilayangkan Tim Advokat Niat mengaku sudah menerima surat tersebut. Dan pihaknya sudah mengirim surat himbauan ke takmir masjid agar tidak ada kegiatan kampanye di situ.

“Surat keberatannya sudah kami terima. Dan Panwascam sudah silaturrahmi ke takmir masjid Al Amin untuk memberikan himbahuan,” kata Imron.

Imron mengaku, selama tidak berkampanye dan tidak didapati APK di masjid dan sekitarnya, kehadiran paslon tidak bisa dicegah. Jika ditemukan, Imron akan menindaknya sesuai dengan prosedur.

“Kami tidak bisa mencegah siapapun untuk hadir. Termasuk calon asalkan tidak berkampanye di masjid. Yang jelas tidak boleh ada APK atau bahan kampanye, murni pengajian rutinan. Jika ada kampanye maka kami hentikan sesuai prosedur,” ungkapnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan