Cabuli Anak Asuh, Terungkap Setelah Beraksi Selama 5 Tahun

22

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Pemimpin sebuah Pondok Pesantren DF di kawasan Dukuh Pakis Surabaya terpaksa berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya pada, Sabtu (15/10/2016).

Pelaku bernama Wagiyanto (41) dibekuk Polisi setelah dilaporkan mencabuli MA (18) murid dalam pondoknya sejak berusia 14 tahun.

Setelah mendapat informasi akurat, anggota PPA bergerak dan menjemput pimpinan pondok tersebut untuk diamankan setelah memastikan pelaku berada di kediamannya sekitar pondok.

Saat digelandang keluar dari kawasan Pondok Pesantren, Wagiyanto masih mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci.

Tersangka juga mengaku sudah lima kali menyetubuhi korban MA, namun untuk korban ME dirinya hanya melakukan pencabulan tak sampai berhubungan badan.

Baca Juga  Raperda Dana Abadi Pendidikan Bojonegoro Disusun Melalui FGD

“Lima kali saya berhubungan intim dengan MA, saya juga janji menikahi tapi korban tidak mau, untuk dengan ME belum sempat bersetubuh,” jelas Wagiyanto kepada kabarjawatimur.com,Sabtu (15/10/2016).

Loading...

Sementara itu, AKBP Shinto Silitonga Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, korban merupakan anak asuh di Pondok Pesantren itu. Korban telah dicabuli mulai bulan Juli 2010 sampai Juli 2016. Saat pertama kali dicabuli korban berusia 14 tahun.

“Korban mendapat perlakuan cabul tersebut kira-kira lebih dari 5 tahun, dan keberanian korban ini mengadu pada ibunya ketika korban MA sudah berusia 18 tahun dan keluar dari ponpes tersebut,” kata Shinto.

Shinto melanjutkan, kedua korban awalnya takut melapor karena merasa dirinya menumpang di tempat ponpes tersebut. Namun tidak hanya MA, adik MA yang berinisial ME juga menjadi korban kebejatan pelaku.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Hadiri Deklarasi Jejaring Panca Mandala

Polisi juga masih melakukan penyidikan intensif guna melakukan pengembangan, karena kuat dugaannya jika korban dari wagiyanto ini lebih dari dua orang tersebut.

Kini Wagiyanto harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas menjeratnya dengan pasal 82 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, mengingat korbannya masih dibawah umur.

Penulis : Ekoyono, Editor: Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam
Artikulli tjetërSudah Direhap, Anak Band Nekat Isap Sabu

Tinggalkan Balasan