Burung Berkicau Milik GoJek Raib 2 Ekor.

SURABAYA (kabarjawatimur)
Ketiga kalinya Yulianto harus kehilangan burung peliharanya.
Untuk ketiga kalinya burung peliharaan Cicak hijau dan love bird senilai 3 juta raib saat di jemur di depan rumahnya Jl. Mojo gg.3, Gubeng Surabaya, Sabtu (16/9/2016) siang.

Kedua burung diketahui raib setelah Yulianto pulang dari kerjanya.
“Sekitar pukul 14.00 wib saya pulang dan burung kicau saya sudah raib dua-duanya,” ujar Yulianto.

Aksi pencurian yang diperkirakan dilakukan oleh laki-laki dan wanita diketahui oleh tetangga Yulianto.
Sekitar pukul 13.30 wib Yulianto sedang menerima pesanan ojek (GoJek).

Dirumahnya hanya ada sang istri dan ibu kandung Yulianto (ibu Japar).
Saat kejadian istri Yulianto sedang tidur siang dan ibu Japar sedang mengosok baju.

Jarak antara sangkar burung dengan ibu Japar hanya 20 meter.
“Saya padahal waktu itu saya gosok baju kok gak dengar ada orang ambil burung milik anakku, dan pada saat itu memang gosokan baju pesanan laudry menumpuk, atau karena ak repot ya..”, ujar ibu Japar.

Salah satu tetangga depan rumah Yulianto memberi tahu kepada ibu Japar bahwa tadi ada dua orang, satu laki dan satu wanita.
Untuk wanita menunggu di motor dan laki-laki masuk kelorong rumah Yulianto dimana sangkar burung cicak hijau dan Love Bird di gantung.

Loading...

Perkiraan tetangga keduanya adalah teman Yulianto yang sedang membeli burungnya.
“Mak Tun bilang tadi ada laki-laki masuk kelorong membawa sangkar kosong, dan keluar sangkar nya sudah ada burungnya Yulianto, saya kira dia beli burung,” ujar ibu Japar setelah mendapat laporan dari Mak Tun.

Melihat burung kesayangan anaknya hilang lantas Ibu Japar menelfon Yulianto.
Yulianto saat ditemui dirumahnya memberikan keterangan bahwa burung yang hilang adalah burung berkicau dan pernah menang di lomba.
“Burung jenis Cicak hijau seharga Rp.2 juta, pernah ditawar orang setelah menang lomba, dan rencana akan saya ikutkan lomba lagi,” sesal Yulianto.

Lebih lanjut untuk kehilangan burung apa sudah dilaporkan ke Polsek Gubeng, Yulianto merasa enggan.
Kerap seringnya kehilangan burung hingga 3 kali dan kerapnya melaporkan kepada piihak berwajib, dan tidak ada kemajuanya, maka Yulianto memilih untuk tidak melaporkan.
“Malas laporan paling ya gitu2 saja, gak akan ketemu, sudah tiga kali ini saya kehilangan burung,” tutup Yulianto.

Reporter. : Rusdi
Editor. : Budi

Loading...
Berita sebelumyaTruk vs Motor, Satu Pengendara Tewas
Berita berikutnyaAlunan Piano Nabila Pikat Pengunjung Mall Surabaya

Tinggalkan Balasan