Bupati Jember: RT/RW Ujung Tombak Pencegahan Klaster Pemukiman

19
Bupati Hendy Siswanto saat memimpin rapat kordinasi PPKM.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Tren peningkatan jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Jember langsung disikapi oleh Pemkab Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto meminta warga agar lebih aktif melakukan pencegahan penyebaran virus mematikan dari Tiongkok itu, di lingkungan tempat mereka.

RT/RW menurut bupati adalah salah satu kunci keberhasilan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember.

Mantan birokrat Kemenhub ini meminta RT/RW harus meningkatkan perannya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mengkordinir warga.

Menurutnya, peran RT/RW menjadi ujung tombak dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM Mikro) di lingkungannya terutama terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

“PPKM Mikro ini harus betul-betul di Ikuti, salah satu contoh konsistensi RT-RW dalam melihat warganya itu penting dilakukan,” kata Bupati Hendy usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PPKM bersama Forkopimda, Camat, Kepala Desa dan sejumlah pengurus RT/RW di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin, (21/6/2021).

Baca Juga  Pekerja Serabutan Ditangkap, Polisi Amankan 2 Gram Lebih

Hendy memerintahkan jajarannya menangani secara serius. Dia juga menyinggung pentingnya peran RT/RW ditingkat bawah.

“Hari ini kami dan Forkopimda virtual dengan teman-teman camat, kepala desa juga ada RT-RW untuk bisa memutus mata rantai covid-19 ini,” ujar Hendy.

Loading...

Untuk mencegah terjadinya klaster baru di lingkungan pemukiman, Bupati Hendy mengingatkan agar pendatang baru yang berkunjung ke Jember untuk melapor ke RT/RW setempat.

“Maka dari itu kami harapkan, bagi pendatang yang datang itu di (tes) antigen atau swab terlebih dahulu,” pintanya.

Pemerintah sendiri selama ini telah banyak memberikan aturan dan melakukan penanganan Covid-19, namun peran masyarakat juga dibutuhkan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Petugas Gagalkan Upaya Penyelundupan Smarphone ke Lapas Banyuwangi Lewat Kue Tart

“Ada 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. Ditambah lagi 3T, (Testing, Tracing, dan Treatment). Nah ini peraturannya bagus. Hanya saja kitanya mau atau tidak untuk melaksanakannya,” ujar Hendy.

Hendy juga menyebutkan agar kepala desa mengoptimalkan anggaran Dana Desa (DD) untuk penanganan Covid-19. “Memang DD sudah ada 8% untuk Covid-19. Sudah lama itu, dua bulan yang lalu,” ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Jember per tanggal 20 Juni 2021, jumlah penderita Covid-19 yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri tercatat sebanyak 81 orang.

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakKapolres Sampang Himbau Masyarakat Untuk Stay At Home, Stay Clean, Stay Safe Dan Stay Healthy
Artikulli tjetërTNI AL Apresiasi Ketangguhan Mental Remaja Terapung 3 Jam di Laut

Tinggalkan Balasan