Bupati Jember Minta Semua OPD Bergerak Demi Wujudkan KLA

0

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya mengikuti verifikasi lapangan hibrid bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) di Aula Lantai Dua Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (9/6/2022).

Pada kesempatan itu Hendy Siswanto meminta semua OPD setempat untuk bergerak dan memenuhi 24 indikator sesuai arahan Kementrian PPPA menunju Kabupaten Layak Anak (KLA).

Terkait pergerakan yang dilakukan, kata Bupati Hendy, menekankan untuk menyiapkan role model bagaimana menyiapkan anak sejak dini.

Untuk menjadi penerus yang berkualitas dan dapat mengangkat potensi Kabupaten Jember.

“Terkait Hybrid yang dipimpin langsung dari Asisten Deputi Kementerian P3A, verifikasi sudah dilakukan terhadap apa yang sudah kita lakukan. Kita akan melakukan prestasi yang lebih baik lagi, tapi tujuannya itu bukan prestasinya. Itu hanya bagian format penyelenggaraannya saja (monitoring sistem capaian). Tapi intinya adalah, apakah Jember menjadi kabupaten layak anak benar-benar terlaksana. Itu yang paling penting,” kata Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai rapat zoom meeting.

Baca Juga  Berdalih Janda dan Butuh Biaya, Jual Anak Kandung ke Pria Hidung Belang

Kata Hendy, dari rapat bersama yang dilakukan dengan Kementerian P3A. Ada 24 indikator yang harus dilakukan dan diselesaikan.

“Kalau itu diselesaikan, maka otomatis akan menjadi kabupaten layak anak. 24 indikator itu dibagi menjadi 5 kelompok, dan tiap-tiap kelompoknya dibagi tugas sendiri-sendiri. Diantara 5 kelompok itu tadi, ada di semua OPD, termasuk stakeholder dan institusi-institusi lainnya,” kata Hendy.

Loading...

“Ini adalah kerja bareng, untuk mencapai itu. Kenapa judulnya layak anak, karena ini anaknya kabupaten, bukan anaknya OPD, anaknya kita. Semangatnya adalah bagaimana kita mengedukasi, Jember betul-betul (dapatnya) hak anak itu terpenuhi. Bagaimana anak itu menikmati lingkungannya, menikmati pendidikannya,” sambung Hendy.

Semua OPD, kata Hendy, harus bergerak bersama. Mulai dari bagaimana menyiapkan edukasi kemudian saling menjalin komunikasi, untuk memenuhi kebutuhan anak.

Baca Juga  Jadi Korban Begal, Driver Ojol Luka Parah

“Salah satunya adalah sistem monitoring, agar terukur, kita sedang melakukan kegiatan apa. Contoh di Dinas Pendidikan, apa yang dilakukan terhadap anak-anak, treatmennya seperti apa. Itu di monitor setiap bulannya. Tentunya juga ada kerjasama antaa pihak sekolah dan orangtua murid. Itu salah satu hal anak juga,” tegasnya.

“Hal-hal seperti itu harus dilakukan secara komprehensif. Semua OPD harus melakukan (bergerak) bersama-sama. Infrastruktur ada kaitan dengan KLA, Dinsos ada kaitan dengan KLA, ini ada semua,” sambungnya.

Dengan bergerak bersama, lanjutnya, Hendy meyakini akan mendapat kualitas anak yang berkualitas.

“Karena 10-15 tahun bergeser kepemimpinan oleh anak-anak kita. Nah saat itulah kita akan bisa merasakan perubahan Indonesia seperti apa. Jadi mulai sekarang kita harus mewujudkan KLA,” tandasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakSalip Ketum-ketum Parpol, Elektabilitas Erick Thohir ‘Pole Position’ di Pilpres 2024

Tinggalkan Balasan