Bupati Hendy Siswanto

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Belum berakhirnya dualisme kepengurusan klub sepak bola Persid disikapi oleh Bupati Hendy Siswanto.

Bupati tegas meminta dua yayasan yang mengklaim pemilik sah Persid harus dibubarkan. Kedua pengurus yayasan diminta legowo melepas kepengurusan.

”(Yayasan) Persid ini harus dibubarkan semuanya,” kata Hendy Siswanto usai menerima pengurus Persid versi Suparno.

Seperti diketahui Persid saat ini terpecah menjadi dua. Ada versi Sunardi dan Suparno.

Lebih lanjut Hendy akan mengambil sikap lebih tegas, dirinya akan membentuk tim sepak bola lain dan tidak akan menghiraukan Persid, jika kedua pengurus itu tidak mau bersatu.

”Kalau mereka tidak melepas tidak masalah, karena kalau melepas harus dibubarkan. Kami akan (mempersatukan dua pengurus) membuat Persid baru, bikin yayasan baru, rumah baru,” katanya.

Untuk pengurus yayasan, Hendy memberi ruang kepada kedua pengurus saat ini untuk bergabung di dalamnya. Tim baru tersebut kemudian akan didaftarkan untuk mengikuti kompetisi yang akan bergulir pada bulan Juli nanti.

”Siapa pengurusnya?, mau pengurus dari Pak Sunardi monggo Pak Suparno monggo, semua timnya masuk semua monggo atau dari luar monggo masuk di rumah yang baru, kita susun sama-sama,” katanya.

Baca Juga  3 Pilar Tutup Paksa Cafe, Warga Resah Suara Musik

Namun jika kedua pengurus yayasan baik dari Sunardi dan Suparno tidak mau melebur, Hendy mengancam akan membentuk klub atau tim yang benar-benar baru. Menariknya Hendy siap memimpin klub baru tersebut.

“Pemkab akan membuat yang baru yang mimpin saya sendiri akan mencari pemain sendiri akan saya bikin namanya Persatuan Sepak Bola Jember bukan Persid,” katanya.

Tidak main-main Hendy akan langsung mendaftarkan di liga untuk mengikuti kompetisi.

“Langsung kita daftarkan untuk mengikuti kompetisi. Kenapa? Karena tahun depan kita akan menjadi tuan rumah Porprov jangan sampai kita tidak punya grup (klub) sepak bola,” katanya.

Loading...

Agar segera selesai, bupati memberi tenggat waktu seminggu Persid versi Suparno untuk berembug sebelum mengambil keputusan.

”Kalau seminggu tidak ada kabar, kami bukan saya tapi Pemkab akan mendirikan klub sendiri,” tegasnya.

Sikap tegas ini dilakukan menurut Hendy sebagai upaya mencetak sejarah baik, meskipun Persid sendiri telah menjadi bagian sejarah persepak bolaan di Jember.

”Ini mungkin mengalir seperti ini, history (sejarah) tidak harus monoton mungkin pada tahun 2021 ini ada wacana lebih baik untuk lebih develop mengembangkan tentang bola,” ucapnya.

Pada pertemuan yang dilakukan di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu malam itu (6/6/2021) sempat muncul pernyataan salah satu yang hadir agar salah satu keluarga bupati memimpin yayasan versi Suparno. Hendy menyatakan semua orang mempunyai hak yang sama untuk memimpin klub sepak bola namun harus mempunyai kapasitas.

Baca Juga  Turun ke Level 2, Pemkot Surabaya Minta Warga Tetap Patuhi Prokes

”Bukan melihat ini keluarganya siapa tapi mampu nggak memimpin, kalau pun Dr Riski itu anak saya jadi ketua yayasan akan atau siapapun yang jadi jagoan, saya kasih timeline setahun kalau tidak berkembang mundur saja ganti yang lain,” pungkasnya.

Pada pertemuan tersebut selain Suparno sebagai ketua yayasan nampak hadir politisi yang juga pimpinan DPRD Ahmad Halim dan beberapa tokoh lainnya seperti Siradjudin, Agus Risky dan Fani.

Ahmad Halim saat dimintai pendapatnya terkait pertemuan, mengatakan demi Persid siap mendukung semua upaya yang dilakukan bupati. Halim sendiri masuk dalam kepengurusan yayasan versi Suparno.

”Mari kita kita serahkan kepada bupati agar semua permasalahan selesai, seperti formula yang disampaikan bupati membuat yayasan baru atau membuat klub baru bisa (bupati) mengomandani,” ucapnya.

Halim juga menolak untuk dilibatkan menjadi pengurus karena dirinya akan berkonsentrasi pada tugasnya saat ini sebagai pimpinan dewan.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaKe Madura dan Sebaliknya, Wajib Swab, GeNose atau PCR
Berita berikutnyaSatu Warga Terjun Dari Lantai 4 Hebohkan Rusun Sumbo Surabaya

Tinggalkan Balasan