Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum, Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Analisa Publik Banyuwangi (Puskaptis)

BANYUWANGI, – Baru- baru ini publik Banyuwangi dikejutkan oleh keputusan Bupati Ipuk Fiestiandani untuk menyerahkan sebagian pengelolaan Kawasan Ijen kepada Pemerintah Daerah Bondowoso.

Keputusan tersebut ditandatangani di Surabaya pada akhir bulan Juni 2021, meskipun pada akhirnya keputusan tersebut diralat serta dicabut, dengan alasan pada waktu tanda tangan merasa ditekan dan tim teknis tidak diikutkan akan tetapi keputusan tersebut menjadi bukti serta kualitas dari kepemimpinan beliau.

Bahwa Pengelolaan serta kepemilikan Kawah ijen adalah mutlak milik Banyuwangi sesuai dengan Java Resn Besoeki 1924 Blad XIIIC(pengukuran 1917-1918 dan 1922),Java Resn Besoeki 1924 Blad LXXXVIII B(Alg.No. XVIII-58B), Peta Idjen Hoogland 1920 (Pengukuran dinas topografi belanda 1917-1918), dan masih banyak yang lainya.

Bahwa Kawah Ijen adalah Rohnya Banyuwangi, tidak ada Banyuwangi tanpa kawah ijen dan tidak ada kawah ijen tanpa Banyuwangi, artinya apa, bahwa Banyuwangi mempunyai hak pengelolaan secara penuh dan itu tidak bisa ditawar dengan siapapun, baik dengan Kabupaten Bondowoso maupun dengan yang lainnya.

Baca Juga  Bantuan PKL di Surabaya Mulai Cair
Loading...

Bahwa kawah ijen, pantai sukamade, pantai plengkung adalah sebutan bagi triangle of diomondnya banyuwangi, dan itu sudah dikenal di seluruh dunia, bahkan Unesco Dunia sudah mengakui bahwa kawah ijen sebagai cagar Biosfer Dunia, artinya apa sudah puluhan tahun Banyuwangi berjuang agar kawah ijen menjadi citranya Banyuwangi.

Bahwa belum lagi para pemangku wisata, baik travel, penyedia home stay, hotel dan restoran dimana puluhan ribu orang Banyuwangi hidup disana, hidup dari pariwisatanya kawah ijen, oleh karena itu langkah dan tindakan Bupati Ipuk tersebut patut dipertanyakan bagaimana keberpihakan beliau bagi masyarakat Banyuwangi.

Oleh karena itu kami mendesak semua steakholder yang ada dibanyuwangi bersatu padu merapatkan barisan, baik LSM Ormas , pemangku wisata untuk menuntut pertanggungjawaban beliau atas sikap yang terburu-buru, tanpa dipikir kebelakang.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Banyuwangi Segera Tertibkan Menjamurnya Gerai Rapid Tes Antigen

Kami mendesak agar DPRD Banyuwangi untuk melakukan Hak menyatakan pendapat kepada Bupati Banyuwangi agar jelas kedepan beliau tidak main- main terhadap masalah baik tapal batas Kawah ijen maupun hak Pengelolaan Kawah ijen.

– Penulis adalah Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum, Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Analisa Publik Banyuwangi (Puskaptis)
– Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, dan bukan menjadi bagian tanggungjawab redaksi Kabarjawatimur.com

Loading...
Berita sebelumyaTuntun Motor Jam 1 Pagi, Satu Pemuda Bonyok Lainnya Kabur
Berita berikutnyaKomisi B Minta PPKM Darurat Jangan Rugikan Rakyat

Tinggalkan Balasan