Tangkapan video aksi massa di Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Hendy Siswanto, menyesalkan adanya aksi kekerasan yang terjadi pada petugas pengiriman jenazah. Pernyataan ini disampaikan saat dikonfirmasi usai mengecek persiapan pusat isoman di Hotel Kebon Agung.

Menurut Hendy proses pemulasaran hingga pemakaman memang harus menggunakan tim khusus. Aturan ini untuk melindungi masyarakat.

”Ya di (Desa) Pace, (Kecamatan) Silo itu kondisional. Meskipun sebenarnya pemulasaran dan pemakaman itu sesuai SOP (standar operasional procedur). Insyallah tidak ada kejadian seperti itu lagi,” kata Bupati Hendy.

Aturan pemulasaran telah diatur oleh pemerintah dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Itulah sebabnya masyarakat dilarang melakukan pemakaman jenazah sendiri.

Baca Juga:Aneh, Petugas BPBD Jember Pengantar Jenazah Covid Malah Diserang

”Aturan dari kementrian (kesehatan) harus tim khusus memakai APD tidak boleh dibuka aturan itu harus diikuti karena itu sangat beresiko buat yang lain,” jelasnya.

Baca Juga  Satu Pekerja Tewas dan Satu Lainnya Luka Tertimpa Bangunan Tua

Pemerintah sendiri menurut Hendy juga telah membentuk tim relawan pemulasaraan dan pemakaman di tingkat kecamatan hingga desa yang melibatkan masyarakat setempat. Namun Hendy mengakui tim ini belum berfungsi dengan baik karena masih ada kendala teknis dengan pihak rumah sakit.

Loading...

”Mereka sudah dilatih cuman berjalan karena apa? Meninggalnya di rumah sakit, tim ini harus kordinasi dengan rumah sakit, nah ini belum nyambung kesana, nah sekarang masih ditangani rumah sakit,” jelasnya.

Hendy juga menjamin pemulasaran jenazah tidak dikenai biaya. Namun saat diinformasikan ada warga yang dikenai, Hendy akan mengecek informasi tersebut.

”Setahu saya tidak ada biayanya, kalau ada biayanya nanti kita cek,” katanya.

Sebagai informasi, di akhir pekan kemarin terjadi dua kali penganiayaan dan intimidasi petugas pengiriman jenazah terkonfirmasi positif.

Kejadian pertama terjadi hari Sabtu (23/7/2021). Petugas pengiriman dan pemakaman jenazah dari BPBD Jember menjadi korban pemukulan warga di Kecamatan Pakusari Jember. Berusaha merebut jenazah untuk dimakamkan tanpa protokol kesehatan.

Baca Juga  Bupati Jember Dukung Ponpes Assuniyah Al Jauhari Bangun BLK

Peristiwa yang sama terjadi sepekan kemudian di hari Jumat malam (23/7/2021) di Kecamatan Silo, warga bahkan sempat merusak mobil jenazah salah satu rumah sakit namun tidak melukai petugasnya.

Warga saat itu membuka peti jenazah dan menginginkan untuk dimakamkan tanpa protokol kesehatan. Kemarahan warga semakin menjadi setelah melihat jenazah tampak mengeluarkan darah dari mulutnya.

Keluarga dan warga akhirnya mengambil paksa jenazah dan mengulang proses pemulasaran sebelum dimakamkan, padahal jenasah telah melalui pemulasaran dengan standar prokes Covid-19.

Dalam video yang beredar massa emosi dan merusak ambulans sedangkan jenasah oleh warga di keluarkan dari peti bahkan terlihat dipeluk-peluk oleh keluarganya.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaPPKM Level 4 Hingga 2 Agustus 2021, Pedagang Boleh Buka
Berita berikutnyaGelar Hajatan saat PPKM, Oknum DPRD dan Kades di Banyuwangi Berlanjut Proses Hukum

Tinggalkan Balasan