Bupati Hendy Bagikan Langsung BLT DBHCHT

1

Jember,(kabarjawatimur.com) –Bupati Jember Hendy Siswanto tak segan-sagan turun langsung menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada masyarakat. Tidak hanya satu desa dalam sehari bisa mendatangi 3 desa sekaligus.

Ketiga yang didatangi Hendy adalah Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Desa Kemuningsari, Kecamatan Panti, yang terakhir adalah Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Desa pertama yang dikunjungi adalah Desa Panduman. Berikutnya ke Desa Kemuningsari dan terakhir Desa Kaliwining.

Kepada warga penerima BLTt, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jember menerima DBHCHT sebesar Rp. 77 miliar dari Pemerintah Pusat.

“Dana itu yang saat ini diterima bapak-ibu, kami kembalikan berupa bantuan langsung tunai yang bersumber dari DBHCHT, jadi kalau beli rokok belilah rokok yang legal, yang ada pita cukainya asli, jangan yang abal-abal,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Baca Juga  Kolonel Imam Gogor Kunker di Makodim Bondowoso  

Lebih lanjut, membeli rokok ilegal atau abal-abal merugikan negara, karena di situ ada cukai yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, seperti saat ini dibagikan dalam bentuk BLT.

Keberadaan rokok ilegal menurut Bupati Hendy telah merugikan negara, karena rokok ilegal tidak membayar setoran kepada negara melalui cukai hasil tembakau (CHT).

Loading...

Padahal penerimaan negara dari cukai hasil tembakau mencapai Rp. 27 triliun pada 2021 lalu.

Ia menyampaikan, target penerima BLT yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT ini jumlahnya 63 ribu Kepala Keluarga.

“Per satu keluarga menerima Rp. 300 ribu, target kita 63 ribu KK harus rampung pada Desember ini,” kata Bupati Hendy usai membagikan BLT.

Dalam kesempatan tersebut, Ia kembali menyosialisasikan Aksi Gempur Rokok Ilegal kepada warganya.

Baca Juga  Penentuan Status Kades Terjerat Kasus Hukum, DPMD : Menunggu Pengadilan

“Membeli rokok ilegal itu merugikan negara dan yang menjual itu bisa dikenai sanksi hukum, bisa ditangkap polisi, jadi tak ada manfaatnya, banyak mudhorotnya, oleh karena itu belilah dan juallah hanya rokok yang berpita cukai resmi,” pesan Bupati Hendy Siswanto.

Bupati Hendy meminta warganya untuk tidak membeli dan menjual rokok ilegal karena merugikan negara.

Dari hasil cukai itu dibagikan lagi kepada warga Indonesia, salah satunya berupa bantuan seperti sekarang ini.

Ia menegaskan, dengan membeli rokok yang berpita cukai resmi itu artinya Anda turut menyumbang bagi pembangunan negeri ini.

Dalam kegiatan ini, Bupati Hendy juga membagikan MP ASI kepada ibu hamil dan bayi. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakKyai Muda Nganjuk Doakan Rakyat Indonesia dan Deklarasi Dukung Ganjar Presidem 2024

Tinggalkan Balasan