Bupati Gresik Pimpin Apel Gelar Pasukan, Kerahkan 252 Personil Amankan Nataru

46
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Moch Nur Azis, Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail saat mengecek kesiapan personil gabungan.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Sebanyak 252 personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hai ini terlihat saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2021 di halaman Pemkab Gresik, Kamis (23/12/2021).

Personil gabungan yang dikerahkan terdiri jajaran Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Denpom, Subkogartap, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom, Tokoh Agama dan Masyarakat.

Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir dalam rangka pengamanan perayaan Nataru. Baik secara aspek personel maupun sarana prasarana yang melibatkan TNI, Polri, dan instansi terkait.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini berpotensi terjadinya peningkatan aktifitas baik di tempat ibadah maupun wisata. Oleh karena itu, perlu adanya pengamanan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, dan pelanggaran protokol kesehatan,” ungkap Gus Yani.

Baca Juga  Hari Raya Waisak, PDIP Surabaya: Perkuat Tekad Tebar Kebaikan di Kota Pahlawan

Dia menyebut, Operasi Lilin Semeru 2021 yang digagas Polri ini akan berlangsung selama 10 hari sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Dalam pelaksanaan nanti akan mengendepankan Preemtif dan Preventif secara humanis. Serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

Loading...

Nantinya para personel gabungan akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan, termasuk 675 pos pelayanan yang disiagakan di pusat keramaian, perbelanjaan, stasiun, terminal, dan pelabuhan.

“Untuk kekuatan yang dilibatkan dalam Operasi Lilin Semeru 2021 sebanyak 150 Personel Polri, 15 Personel TNI, serta 87 Personel instansi terkait lainnya,” papar Gus Yani.

Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa. Sehingga menjadikan kita cenderung Under Estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi dimasa pandemi covid-19.

Baca Juga  Upacara Peringatan Hardiknas, Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan Kamtibmas yang harus diantisipasi. Diantaranya ancaman terorisme, radikalisme, sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitan, tawuran, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam.

Gus Yani berharap seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan di masing masing daerah.

“Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Lilin 2021, semoga pengabdian tugas yang kita laksanakan dengan penuh keikhlasan ini akan menjadi catatan amal ibadah kita di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakSelain Jajaran, Polda Jatim Juga Musnahkan Ribuan Narkoba dan Miras
Artikulli tjetërGubernur AAL: Cuti Pendidikan Adalah Dinas

Tinggalkan Balasan