Bupati Gresik Lepas Ekspor Perdana Jeruk Nipis Kebonagung ke Singapura dan Malaysia

59
Bupati Fandi Akhmad Yani saat melepas ekspor perdana jeruk nipis di Balai Desa Kebonagung, Ujungpangkah.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana ke Singapura dan Malaysia berupa komoditas jeruk nipis yang dikelola kelompok UMKM Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, pada Rabu (2/2/2022).

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan, guna mempopulerkan dan meningkatkan daya jual komoditas ini, maka perlu dibranding bahwa jeruk nipis bermanfaat meningkatkan imunitas di masa pandemi

Dia juga menegaskan, untuk merealisasikan ekspor jeruk nipis ini diperlukan kolaborasi antar OPD, baik Diskoperindag, Dinas Pertanian maupun Bea dan Cukai Gresik. Tak hanya itu, sinergitas dengan atase perdagangan di berbagai negara juga dibutuhkan.

“Upaya ini dilakukan untuk memacu percepatan pemulihan ekonomi daerah sekaligus merealisasi dan mewujudkan Program Nawa Karsa Gresik Baru,” pungkasnya.

Diketahui, di Desa Kebonagung terdapat potensi jeruk nipis sangat luar biasa di lahan seluas 450 hektar. Yang mana setiap hertarnya mampu menghasilkan rata-rata 2 hingga 3 ton jeruk nipis perbulan.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Loading...

“Dengan kapasitas yang besar ini, perlu adanya strategi pengembangan. Tidak hanya di lokal akan tetapi hingga ke pasar luar negeri. Tentunya dengan pendampingan berkelanjutan agar terjalin komunikasi baik dengan pembelo di Singapura dan Malaysia,” paparnya.

Selain pengembangan pada sisi pemasaran, masyarakat juga bisa mengembangkan pengolahan jeruk nipis menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Seperti produk minuman, ekstrak, serbuk instans, atau kosmetik.

“Apalagi di sini sudah ada pendampingan dari Koperasi yang telah terdaftar pada Kemenkumham dengan nama koperasi Super Lime Kebonagung. Semoga ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Kebonagung Lubis Farisman berkata pada awal pandemi tahun 2020, kondisi pertanian di Kebonagung sangat memprihatinkan. Yang mana harga jeruk nipis di tingkat petani anjlok hingga Rp 700 perkilo.

“Dengan dukungan dari Pemkab Gresik melalui Dinas Pertanian dan Diskoperindag, maka Desa Kebonagung bisa mendirikan Koperasi Super Lime. Dan Alhamdulillah saat ini bisa melaksanakan launching ekspor perdana jeruk nipis,” ucapnya.

Baca Juga  Biasa Beraksi di Merr juga Kenjeran Surabaya, Dua Begal Dibekuk

Kasi Kepabeanan dan Cukai V KPP Bea Cukai Gresik Eko Rudi Hartono menambahkan, dengan adanya koperasi ini diharapkan UMKM berani melakukan ekspor sendiri. Pihaknya selalu siap berkolaborasi untuk meningkatkan ekspor hasil perkebunan di sini.

“Saat ini Bea Cukai Gresik mendapatkan penilaian dari Kemenpan RB berupa predikat atas Outcome hasil Kolaborasi serta Kementerian keuangan melalui dirjen Bea dan Cukai mendorong kami untuk membikin Desa Devisa dan Alhamdulillah Kabupaten Gresik sudah mempunyai itu,” ujarnya.

Turut hadir pula Anggota Komisi III DPRD Gresik Mustajab, Asisten I Suyono, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito, Kepala Diskoperindag Agus Budiono, Kabag Prokopim Gunawan Purna Atmaja, dan Camat Ujung Pangkah Arifin.

Reporter : Azhari Farich

Loading...
Artikulli paraprakSekapuk Gresik Soft Opening Destinasi Wisata Baru Kebun Pak Inggih
Artikulli tjetërSukses Percepatan PTSL, Bupati Lamongan Terima Penghargaan

Tinggalkan Balasan