Bupati dan Wabup Disuguhi Penampilan Peragawati Seksi

90

Jember,(kabarjawatimur.com) – Bupati dan Wakil Bupati disuguhi penampilan peragawati berbaju seksi. Peristiwa itu terjadi dalam Grand Final Pemilihan Gus dan Ning yang berlangsung Senin malam (18/7/2022) di Alun-alun Kabupaten Jember.

Salah satu mata acara malam itu adalah fashion show dengan penyanyi diringi grup band. Awalnya penyanyi tampil biasa saja, kehebohan justru terjadi saat seorang peragawati tampil melenggang diatas panggung.

Semua orang terhenyak, penyebabnya peragawati itu memakai gaun manik-manik berwarna keemasan dengan belahan depan hingga diatas lutut. Tak hanya itu bagian kedua pinggangnya pun terbuka.

Gaun itu juga terkesan transparan alias tembus pandang. Apalagi saat terkena sorot lampu panggung yang ada dibelakang maupun sebelah atas.

Tidak hanya itu ada lagi peragawati berbaju hijau yang juga terkesan seksi yang tampil malam itu.

Melihat penampilan kedua peragawati di depan Bupati Hendy Siswato dan Wabup MB Firjaun Barlaman atau akrab dipanggil serta para undangan itu, dianggap sebagian orang tidak sopan dan menebar aurat. Apalagi mereka tampil depan khalayak umum yang usianya beragam dari anak-anak hingga dewasa.

Baca Juga  Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

Ketuaa DPC PKB Jember Ayub Junaedi menyesalkan lolosnya penampilan peragawati berpakaian seksi pada acara tersebut.

“Tapi memang ngawur masa acara (pemilihan) Gus dan Ning kayak gitu,”katanya, Selasa (19/7/2022).

Ayub kemudian mengatakan pihak Dinas Pariwisata selaku penyelenggara kegiatan harus bertanggung jawab.

“Dinas pariwisata dan panitia harus tanggung jawab,” katanya tegas.

Wakil Ketua DPRD Ahmad Halim, senada dengan Ayub mengatakan peragan busana seksi tersebut tak seharusnya terjadi karena Jember adalah kota santri.

Loading...

“Saya juga heran ini koq bisa pakain kayak gitu ditampilkan oleh panitia. Mereja seolah lupa jika Jember adalah identik sebagai kota relijius atau kota santri dengan ditandai banyaknya pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Jember,”katanya.

Sedangkan tokoh masyarakat lainnya menilai fashion show tersebut masih dalam kewajaran. Menurut Ketua KONI Sutikno tidak ada yang salah dalam pertunjukan itu.

“Positif maupun negatif tergantung bagaimana kita melihatnya,”katanya

Untuk diketahui pemilihan Gus dan Ning Jember sendiri adalah acara tahunan untuk memilih pemuda- pemudi berprestasi dan berbakat. Bagi mereka yang terpilih akan mendapatkan tugas mengenalkan kebudayaan maupun potensi Kabupaten Jember kepada masyarakat luar.

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

Bupati Hendy Siswanto dalam sambutannya, mengatakan even Grand Final Gus dan Ning ini dapat dijadikan even untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kalau (pemilihan Gus dan Ning) di indoor, di situlah value kita, sekecil itu. Makanya, pasca-Covid-19 yang mulai melandai harus di outdoor agar semua heksa heliks kekuatan ekonomi kita bergerak,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto saat memberikan sambutan.

Dengan ditempatkanya puncak acara di Alun-alun itu adalah bagian dari bentuk kolaborasi membangkitkan ekonomi yang beberapa tahun terpuruk akibat pandemi covid-19.

“Pemilihan Gus dan Ning bukan hanya mencari orang cantik dan ganteng, itu pasti karena Jember tempatnya orang cantik dan ganteng. Namun yang juga diperlukan adalah bergeraknya ekonomi. Kolaborasi semua pihak diperlukan untuk mendukung acara pemilihan Gus dan Ning sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi kita,” jelasnya.

Malam itu terpilih sebagai Gus adalah Muhammad Dwi Ferdiyanto dan Ning adalah Shaffanisa Sabila Sulhi. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakSpesialis Bobol Rumah Kosong, Komplotan ini Kuras Isi Rumah
Artikulli tjetërTertabrak Kontener Rem Blong, Ibu Patah Kaki, Sang Balita Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan