Bupati Bojonegoro Serahkan Bansos Kepada Ratusan Anak Yatim

82

Bojonegoro (kabarjawatimur.com) – Kebahagiaan ratusan anak yatim di bulan mubarak jelang lebaran idul fitri 1443 H juga merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.

Hal ini tercermin ketika beliau berkesempatan berbagi asih dengan sejumlah anak yatim yang hadir pada kegiatan penyaluran bantuan sosial berupa uang kepada anak yatim di gedung Sukorejo Sport Center (SSC) Bojonegoro pada hari Jumat, 29/04/2022.

Turut hadir dalam acara bansos tersebut
412 penerima bansos, Kepala Dinsos Bojonegoro, Pinca Bank Jatim Bojonegoro, Camat Bojonegoro Kades / Ka kelurahan se kec. Bojonegoro

Pada kesempatan ini Bupati Bojonegoro menyerahkan Bansos berupa uang senilai masing-masing Rp 1.500.000 yang diserahkan langsung secara simbolis dan tunai kepada 412 sasaran anak yatim yang hadir dari Desa/Kelurahan Se-Kec. Bojonegoro Kota.

Baca Juga  Pasca Korban Tewas Tenggak Miras, Polsek Jajaran Gelar Razia Oplosan

Kepala Dinas Sosial Bojonegoro M. Arwan mengatakan, kegiatan penyaluran bansos ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar anak, serta untuk meringankan beban orang tua/wali demi tercapainya kesejahteraan dan taraf sosial mereka.

Loading...

“Di tahun 2022 ini kami menargetkan sebanyak 6.857 sasaran anak yatim yang tersebar di 28 kecamatan. Berkaitan dengan penyelenggaraan ini semoga lebih membantu dan peduli kepada anak yatim khususnya di Kab. Bojonegoro,” tuturnya.

Pada kesempatannya Bupati menyampaikan, pemberian santunan /bantuan sosial kepada anak yatim ini merupakan program prioritas Pemkab. Bojonegoro sejak tahun 2019 lalu yang terus direalisasikan hingga sekarang.

“Di dalam penyaluran bansos ini ada kriteria-kriteria yang mengacu pada Undang-undang No 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak, yakni dibawah usia 18 tahun, sehingga ada kriteria yang harus terpenuhi dan terverifikasi.”

Baca Juga  Peringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

Menurut Bupati, selain untuk meringankan beban bagi anak yatim maupun orang tua/walinya, program ini juga diharapakan bisa mengurangi kekerasan terhadap anak, trafficking dsb. Karena biasanya efek sosial itu bisa berdampak pada physokologi si anak.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa memberikan spirit bagi anak yang telah ditinggalkan orang tua untuk menggapai cita-citanya setinggi langit,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aziz.

Loading...
Artikulli paraprakWisata Gratis, Bupati Jember: Kita Pikirkan untuk Ganti PAD
Artikulli tjetërPura Pura Menolong Untuk Embat HP Korban Kecelakaan

Tinggalkan Balasan