Bupati Blitar Rini Syarifah Dampingi Dirjen KKP Temui Para Pembudidaya Ikan Koi

50

BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah dampingi Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Haeru Rahayu, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini, temu lapang pembudidaya ikan koi di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kegiatan itu, pembudidaya ikan koi warga setempat langsung tanya jawab. Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan meninjau budidaya ikan koi milik petani.

“Saya berharap nantinya bisa menjadi kampung koi. Petani koi kita sangat banyak, dan butuh dikembangkan secara nasional atau bahkan internasional. Harapannya juga bisa memasarkan koi dari Kabupaten Blitar,” kata Bupati Rini.

Bupati Rini memaparkan, Kabupaten Blitar tidak hanya memiliki potensi perikanan laut. Namun juga memiliki potensi perikanan budidaya. Potensi lahan budidaya sebesar 29.879 hektar. Dengan potensi produksi 37.580 ton, dan jumlah RTP sebanyak 4.798.

Baca Juga  Pelaku Berkenalan di FB, Awal Pembuangan Bayi di Surabaya

“Kalau luas lahan yang dimanfaatkan masih sekitar 350 hektar dengan produksi ikan tahun 2020 sebesar 17.762 ton. Dan ikan hias sebesar 224.127.450 ekor. Usaha budidaya ikan hampir merata disetiap kecamatan. Tetapi yang sudah berkembang baru di 16 kecamatan,” ujarnya.

Loading...

Komoditas yang biasa dibudidayakan, yaitu ikan koi, gurami, lele, dan nila. Bahkan ikan koi menjadi kebanggaan sendiri bagi masyarakat Kabupaten Blitar, karena telah memiliki brand image bahwa kualitas koi sudah mendapat kepercayaan sendiri di Indonesia.

“Selama pandemi justru mengalami peningkatan permintaan yang luar biasa dari luar daerah, dengan produksi 220.800.000 ekor, dengan nilai produksi sekitar Rp 224,2 miliar. Angka yang sangat luar biasa, dan tentunya bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar, khususnya pembudidaya ikan,” tandasnya.

Baca Juga  Dua Alap Alap Motor Asal Bangkalan Madura Dibekuk Polisi Surabaya

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Haeru Rahayu mengatakan, pihaknya tidak hanya mendorong ikan konsumsi saja, melainkan juga ikan non konsumsi. Dalam hal ini ikan hias, lebih khusus lagi ikan koi. Harapannya kesejahteraan pembudidaya atau petani koi dapat meningkat.

“Perlu diketahui, kontribusi ikan hias Indonesia sangat tinggi di dunia. Yakni dengan pemasok sekitar 10,5 persen. Artinya kita tidak pernah lepas mensuplai ikan hias ke dunia,” tuturnya.

Haeru menambahkan, salah satu bukti dukungan pemerintah pusat terhadap pembudidaya ikan hias, adalah dengan melihat langsung ke lapangan. Ia ingin memastikan bahwa instrumen yang ada, baik pembinaan maupun regulasi berjalan atau tidak. (*)

Reporter: Gilang Bahtiar

Loading...
Berita sebelumyaGS Gita Jala Taruna AAL Meriahkan Opening Ceremony Kasal Cup Archery Open 2021
Berita berikutnyaDialog Terbatas KWG – DPRD Gresik Sepakati Percepatan Infrastruktur Kali Lamong

Tinggalkan Balasan