Bupati Banyuwangi: Harus Ada Solusi Terbaik Bagi PKL

66
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Banyuwangi, Jawa Timur sangat penting untuk penataan kawasan. Hal tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas usai pelantikan 128 Kepala Desa (Kades) Terpilih, pada Rabu (20/11/2109) kemarin.

“PKL itu penting. Karena rakyat kecil harus dilindungi, tetapi PKL yang menggangu akses publik harus diajak bicara untuk dicarikan tempat solusi yang baik,” tegas Anas ketika di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.

Pernyataan tersebut terlontarkan dari Bupati Anas menyusul banyaknya jeritan para PKL di kawasan Rogojampi yang mana mereka dipaksa oleh Camat Rogojampi, Nanik Machrufi untuk meninggalkan tempat usahanya, dengan alasan menggangu ketertiban umum.

Sementara itu, PKL di Rogojampi berharap kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi terhadap nasib para PKL yang merupakan kalangan ‘Wong Cilik’ tersebut.

Baca Juga  Luncurkan Program "Migor 14 Ribu", Mendag Lutfi: Langkah Konkret Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bapok

Sekretaris Paguyuban PKL Bersatu Rogojampi, Irfan Hidayat menyampaikan, kini PKL Rogojampi mulai dilanda keresahan, lantaran akhir bulan November ini adalah batas waktu mereka harus pergi dan mencari tempat lain yang tidak menggunakan fasilitas umum seperti trotoar jalan.

Loading...

Irvan menegaskan, sejauh ini para pedagang bukan lagi pedagang kaki lima, melainkan pedagang kreativitas. Semua pedagang masing-masing mencari modal usaha sendiri, menyajikan dagangan sendiri, tanpa bantuan dan sentuhan Pemerintah.

Para pedagang, lanjut Irfan, yang sejauh ini dicap sebagai biang kemacetan dan mengganggu ketertiban umum tersebut, faktanya hanya berjualan pada jam tertentu dan batas waktunya juga jelas.

“Mereka para pedagang ini berjualan hanya dalam hitungan jam, itu pun tidak ada yang permanen,” jelasnya.

Baca Juga  MI Wachid Hasyim Wonomlati Krembung Adakan Gebyar Vaksin Anak Bersinergi dengan Polsek Krembung

Senada juga dikatakan oleh Samsul, Ketua Paguyuban PKL Bersatu Rogojampi merespon apa yang dikatakan orang nomor satu di Banyuwangi tersebut. Menurutnya, jika Peraturan Daerah (Perda) No. 11 tahun 2014 yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tentang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat menjadikan momok (ketakutan) pada masyarakat.

“Sebenarnya, kita taat akan Perda itu. Namun kalau hanya PKL yang jadi sasaran atas Perda itu saya tidak setuju. Makanya kita mau uji materi atas pelanggaran Perda tersebut, khususnya di Rogojampi,” ujarnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaNenek Lumpuh di Jember Ditemukan Tewas Terbakar
Berita berikutnyaImigrasi Ngurah Rai Layani E-Passport

Tinggalkan Balasan