Buntut Penghadangan Kendaraan Logistik Dibubarkan, Massa di Desa Sumberagung Berubah Anarkis

77
Keruman massa di Pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. FOTO: Istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Setelah dibubarkan oleh pihak Kepolisian Polresta Banyuwangi, massa aksi penghadangan kendaraan logistik PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di pertigaan Lowi, Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kembali tegang dan berubah anarkis.

Sontak, kejadian itu juga sempat diabadikan oleh seseorang melalui smartphonenya. Dalam video berdurasi 1 menit, 59 detik tersebut tak hanya mengolok-olok petugas kepolisian. Diantara massa juga sempat menyerang seorang karyawan PT BSI.

Insiden terjadi saat karyawan perempuan yang mengendarai sepeda motor tersebut melintas didepan depot bakso Ganden. Tiba-tiba seorang lelaki berjaket jamper hitam menendang motor yang dikendarai karyawan BSI. Untung saja serangan tersebut tidak mengenai tubuh karyawan perempuan, dan hanya menyasar body motor.

Baca Juga  21 WBP di Jatim Peroleh Remisi Waisak

Beruntung massa lain cepat datang dan mengusir oknum pelaku penyerangan. Namun karena tubuh si karyawan terbilang mungil, tendangan massa aksi tersebut sempat membuat motor yang dikendarai oleng. Hingga membuat barang bawaannya jatuh.

Loading...

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT BSI terkait identitas karyawan perempuan korban penyerangan ini. Serta langkah yang akan ditempuh.

Kabar terakhir, kondisi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mencekam. Antara massa pro dan kontra tambang PT BSI terlibat aksi saling serang.

Berdasarkan Informasi dilapangan, serentetan insiden ini berawal dari aksi massa tolak tambang yang melakukan penghadangan kendaraan logistik PT BSI di pertigaan Lowi, Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Aksi tersebut dilakukan sejak Kamis malam (26/3/2020) hingga Jumat siang (27/3/2020). Alasan massa, mereka menuntut aktivitas kendaraan logistik dihentikan sementara karena dikhawatirkan membawa virus Corona.

Baca Juga  Bus Terguling Tabrak VMS di Tol Sumo, 13 Orang Tewas

Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Banyuwangi, terkait serentetan indisen ini. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Sekat Suramadu, Himbau Pendatang Tak Masuk Madura Khususnya Peziarah
Artikulli tjetërDesa Sumberagung Mencekam, Petugas dan Wartawan Jadi Sasaran

Tinggalkan Balasan