Demo Aliansi Warga Surabaya.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Puluhan warga yang mengaku dari Aliansi Warga Surabaya menggelar aksi demo atau unjuk rasa di pintu masuk Pemkot Surabaya, Jalan Sedap Malam.

Aksi Demo yang dilakukan Aliansi warga Surabaya itu buntut dari peristiwa yang terjadi saat oknum Satpol PP sedang menjamu tamunya di dalam ruang karaoke di Cafe Zona One Stop Entertainment daerah Gembong, Surabaya.

Aksi mereka menuntut kepada Walikota Surabaya agar menindak tegas Kabid Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat, Piter Frans Rumaseb dan staff Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Wahyu Prasetyo dengan di pecat.

“Oknum Satpol Pol PP Piter dan Wahyu harus di pecat dan di pidanakan karena sebagai pejabat struktural tidak memberikan contoh yang baik bagi warga Surabaya,” kata Heru koordinator aksi saat berorasi.Heru menambahkan, menurutnya Polisi dapat memidanakan Piter dan Wahyu karena kejadian pengeroyokan di Cafe Zona One Stop Entertainment merupakan tindak pidana murni.

Baca Juga  Vakum Selama 7 Tahun, Pemkot Surabaya Aktifkan Sekaligus Lantik Pengurus BAZNAS
Loading...

“Contohnya kasus yang waktu lalu sempat viral di Goa, Satpol PP yang arogan saat melakukan razia dapat dipidana. Ini jelas-jelas mabuk dan mukul orang dibiarkan saja. Ada apa ini,” tambahnya.

Sementara itu Baihaki akbar mengatakan, warga tidak memakai masker saja ditindak dan didenda dan banyak lagi masyarakat surabaya yang serupa dengan apa yang saya alami.

“Korbannya saya sendiri ditindak dan didenda waktu didalam mobil tidak memakai masker dan itu sama keluarga Istri dan Anak. Lha ini ada oknum Satpol Pol PP mabuk dan memukul orang kenapa tidak ditindak,” katanya.

Baihaki akbar juga meminta kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi supaya oknum Sat Pol PP ditindak tegas dan dipecat.

Baca Juga  Warga Panik Berhamburan, Gempa Malang Dirasakan di Blitar

“Apabila oknum Sat Pol PP tidak dipecat , kami akan melakukan aksi besar-besaran,” imbuhnya.Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto membenarkan kejadian tersebut.

“Fakta yang ditemukan, memang betul mereka (oknum Satpol PP) berada di lokasi, di tempat karaoke,” kata Eddy saat dikonfirmasi, Kamis (26/8/2021).

Menurut dia, ada dua anggota, ada staf dan pejabat struktural yang terlibat saat itu.(*)

Reporter: Eko

 

Loading...
Berita sebelumyaFKB Jember Sebut Birokrat Permalukan Bupati Hendy
Berita berikutnyaLanjutkan Etape ke-4, Taruna AAL Satlat KJK 2021 Bersama KRI Bima Suci Menuju Raja Ampat

Tinggalkan Balasan