Bulan Bung Karno, PDIP Ajak Warga Teladani Perjuangan Sang Proklamator

47
Kegiatan bakti sosial kader-kader PDI Perjuangan Surabaya di depan rumah kelahiran Bung Karno, di Pandean Gang IV, dan di kawasan rumah indekos HOS Tjokroaminoto tahun 2020 lalu.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) – Bulan Juni, yang dikenal sebagai bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Surabaya akan memperingati dengan sejumlah agenda kegiatan yang diawali dari rumah kelahiran sang Proklamator di kampung Pandean Gang IV, Kelurahan Peneleh, Genteng, Surabaya.

Salah satunya peringatan hari lahir Bung Karno pada 6 Juni mendatang, setelah sebelumnya partai berlambang kepala Banteng moncong putih ini telah memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni dengan berbagai kegiatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan, Juni menjadi Bulan Bung Karno karena di bulan ini ada tiga momen penting dalam kehidupan proklamator kita tercinta tersebut.

“Selamat memasuki Juni Bulan Bung Karno. Kita kembali berkontemplasi, bahwa Surabaya adalah kota penting dalam perjalanan hidup, sejarah dan gerak perjuangan Bung Karno,” kata Adi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Lanjut Adi, Surabaya adalah kota tempat kelahiran “Putera Sang Fajar” yang saat kecil memiliki nama Kusno ini. Surabaya juga tempat Soekarno tumbuh sebagai anak muda di zamannya dan menggembleng sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga  Viral, Video Pembuangan Tebu, Diduga Terjadi di Wilayah PTPN XII Kalitelepak

Pertama, pada 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan, Bung Karno untuk kali pertama menyampaikan gagasan tentang lima sila dasar negara, yang dinamakan Pancasila yang digali dari kearifan masyarakat Indonesia. Hari itulah, 1 Juni, yang kemudian ditetapkan pemerintah menjadi Hari Lahir Pancasila.

Kedua, 6 Juni 1901 adalah hari lahir Bung Karno di Kota Surabaya. Ketiga, 21 Juni 1970 saat Bung Karno wafat dan membawa kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

Loading...

“Surabaya adalah kota kelahiran Bung Karno, di Pandean Gang IV pada 6 Juni 1901. Di Surabaya pula Bung Karno menempuh sekolah menengah, dengan indekos pada H. Oemar Said Tjokroaminoto. Dan, bersama tokoh-tokoh muda pergerakan yang lain, belajar dan menempa diri serta menyerap spirit perjuangan dari Pak Tjokro, pemimpin Sarikat Islam,” lanjut politikus yang berangkat dari Dapil III Kota Surabaya ini.

Kaitan Bung Karno dan Surabaya, lanjut Adi, juga tampak ketika ayahanda Ketua Umum
PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu bersekolah di Hogere Burger School (HBS), yang kini menjadi bangunan Kantor Pos Besar, tak jauh dari Tugu Pahlawan Surabaya.

Baca Juga  Kolaborasi Apik Binda, Dinkes dan PC Muslimat NU Jember Gelar Vaksinasi Berhadiah Migor

Dikatakan, Surabaya adalah dapurnya pergerakan nasionalisme di Indonesia. Tempat para tokoh menggodok ide dan gagasan Indonesia modern, dan mengembangkan perlawanan yang terorganisir terhadap rezim kolonialisme Belanda.

“Tak heran, Bung Karno menyebut Surabaya sebagai dapur nasionalisme,” ujar Adi.

“Peringatan Juni Bulan Bung Karno ini juga membawa ingatan kolektif kita, bahwa di Surabaya inilah digodok ide dan gagasan Indonesia modern oleh tokoh-tokoh muda pergerakan kala itu, seperti Bung Karno,” pungkas Adi.

Peringatan Hari Lahir Bung Karno di Surabaya meliputi khataman Al-Quran, istighosah, doa bersama lintas agama, gebyar resep Mustika Rasa warisan Bung Karno, Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA), bakti sosial, santunan anak-anak yatim piatu, dan lain-.

Serta kegiatan yang dipelopori anak-anak muda milenial. “Sehingga anak-anak muda, kaum milineal, memiliki kebanggaan kuat terhadap Bung Karno yang terlahir di Surabaya,” pungkas Adi. (*)   

Editor: Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakWindows 10 Defender aktivieren deaktivieren Deskmodder Wiki
Artikulli tjetërPria Paruh Baya Dibekuk Polisi,Terima Titipan Togel

Tinggalkan Balasan