Buktikan Tak Punya Ilmu Santet, Warga Banyuwangi Berani Sumpah Pocong

176
Prosesi Sumpah Pocong

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – MW (55) warga asal Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi dituduh memiliki ilmu kuno yang dulu sangat terkenal di Banyuwangi, yakni ilmu santet.

MW harus rela disumpah pocong untuk membuktikan bahwa dirinya tidak memiliki ilmu yang biasa digunakan untuk mencelakai seseorang secara ghaib.

Dengan ritual ini, dirinya ingin membuktikan sekaligus menepis bahwa semua cerita yang beredar dimasyarakat serta tuduhan memiliki sihir terhadapnya memanglah tidak benar.

Sumpah pocong ini dilaksanakan, pada Jum’at (1/11/2019) di Masjid Baiturrohman yang berada di wilayah setempat. Ritual pembungkusan kain kafan itu, dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, dengan disaksikan oleh jajaran Forpimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Ratusan warga setempat pun juga berbondong-bondong untuk menyaksikan.

“Sumpah Pocong ini berdasarkan permintaan dari yang bersangkutan. Ini dilakukan agar masyarakat yakin bahwa dia (MW) benar-benar tidak memiliki ilmu sihir atau santet seperti yang dituduhkan,” kata Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin.

Baca Juga  Even JKCI IV Digelar, 10 Duta Besar Datang ke Jember

Kapolsek menceritakan, bahwa pelaksanaan sumpah kain kafan ini, dipimpin langsung oleh ulama setempat. Sebelum memulai sumpah, Bang Bokir didandani sedemikian rupa sehingga mirip mayat terbungkus kafan (pocong).

“Sampai sumpah ini selesai, semua berjalan dengan lancar dan damai,” jelasnya.

Loading...

Iptu Kusmin mengingatkan, tersiarnya kabar ilmu santet di dusun itu akhir-akhir ini memang telah meresahkan warga sekitar. Olehnya, dia berpesan agar setiap warga hendaknya tetap menjaga kerukunan dan ketertiban. Saling meredam ego dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Kita sudah sosialisasikan, agar saling menjaga ketertiban dan keamanan kampung. Agar Banyuwangi tetap guyub rukun,” katanya.

Istilah sumpah pocong sendiri, sering dipakai untuk menamai sebuah ritual sumpah atau pengakuan di mana katanya, sangat kuat dan nggak main-main efeknya. Menurut cerita yang beredar, ketika seseorang melakukan sumpah pocong, maka ia haruslah siap dengan segala risiko. Nggak hanya sekedar celaka kalau bohong, tapi juga hal-hal mengerikan lainnya bakal menimpa.

Baca Juga  Belasan Poket Didapat Polisi dari Rumah Semolowaru

Dinamai sumpah pocong, karena dalam prosesinya memang menggunakan atribut persis mayat terbungkus. Mulai dari kain kafan, hingga proses pemandian bak orang yang telah meninggal.

Di beberapa daerah, ritual ini sendiri sampai hari ini masih digunakan walaupun tidak sering. Pasalnya, sumpah ini hanya akan terjadi jika muncul masalah yang nggak bisa diselesaikan dengan cara biasa.

Dalam sejarah di Banyuwangi, hampir tidak ada satu pun literatur yang membahas secara khusus sumpah pocong ini. Tapi, menurut cerita yang beredar, sumpah ini sudah ada sejak jaman dulu. Dimana, ini merupakan peristiwa yang akan berdampak secara psikologis bagi siapapun yang melakukannya. Misalnya saja, bagi MW, tertuduh pemilik ilmu santet di Kecamatan Wongsorejo tersebut. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakSetahun Kabur, Pembunuh Pasutri di Tulungagung Dibekuk
Artikulli tjetërTim Labfor Polda Jatim Selidik Penyebab Kebakaran Pasar Tanah Merah

Tinggalkan Balasan