Budaya Masyarakat Perdesaan Mulai Tergerus Era Globalisasi

14
Andi Rahman

PAMEKASAN (kabarjawatimur.com) Pagi menyelimuti awan di pagi hari, semerbak angin di pedesaan mulai menyapa pohon-pohon di bukit dan persawahan Desa. Aktivitas masyarakat di pedesaan mulai disibukkan dengan kegiatan masing-masing.

Pada umumnya berangkat ke ladang sawahnya, lebih lebih sekarang musimnya tanam padi atau jagung, tapi ada juga yang memilih cangkruan di warung kopi.

Berdasarkan pantuan jurnalis kabarjawatimur.com, tradisi budaya lokal pedesaan kental akan ke bersamaannya, Lebih- lebih jika tetangganya dalam kedaan sakit, pasti yang menjenguknya bukan hanya dari sanak familinya atau kerabat dekatnya saja, tetapi para tetangga dan luar antar desa yang pernah mengenalnya meskipun hanya satu kali bersilaturahmi turut menjenguk.

Seperti yang di katakan oleh Mas Imron warga Desa Larangan Dalam. “Ini sebuah kebiasan yang memang dari dulu sejak nenek moyang kita. Mengkulturkannya kepada kita agar menjalin hubungan sosial yang tinggi antar sesamannya, akan tetapi pada era zaman sekarang ini kebiasaan-kebiasan warisan nenek moyang mulai terkikis dengan adannya perkembangan zaman, lebih- lebih dengan semakin cangginya alat teknologi misalnya sosmed dan dll,” kata Mas Imron, Minggu (4/12).

Baca Juga  Benda Mudah Tebakar Dibongkar Guna Ciptakan Kamar Hunian Lebih Nyaman

Di jaman sekarang, budaya khas memang sedikit demi sedikit di selami oleh bangsa lain. Bahkan banyak tradisi budaya yang mencontoh budaya asing. Misalnya tentang bertutur sapa dengan sesamanya;

Loading...

Salah satu tokoh juga angkat bicara, kesehariannya lebih akrab di sapa Ustad Lukman. “Dahulu kita tentram saling mengenal satu sama lain, akur saling menghargai, hubungan sosialnya tidak lepas dengan nuansa ke Islamannya. Kalau kita bertegur sapa dengan sesama muslim mengunakan sebagai mana yang telah di anjurkan oleh Nabi Muhammad Saw,” kata Ust Lukman.

Untuk itu pihaknya kuatir dengan zaman sekarang ini, perpecahan antar sesamanya mulai tergoncang dengan hal yang di campur aduk antara politik dengan agama. Pihaknya berharap agar umat kuat dan tabah dengan semua yang sudah terjadi,

Baca Juga  Media Diharapkan Lebih Mendalami Istilah Perbankan

“Kami hanya bisa mendoakan semoga di jauhkan dari mara bahaya dan umat tetap bersatu demi ke utuhan NKRI dan umat tidak terpecah belah,” harapnya.

Sekarang ini menurutnmya kebanyakan generasi anak bangsa masa tersugesti, dan terhipnotis dengan disibukkan alat-alat teknologi mulai dari HP,laptop dll.. DImana di dalamnya banyak aplikasi untuk mempengaruhi otak- otak mereka menuju ke jalan yang negatif.

“Kita selaku orang tua wajib memberikan arahan-arahan yang positif terhadap anak-anak kita. Selalu memberikan kontrol untuk melindungi anak kita biar tidak keluar riel dari koridor ajaran agama islam. Karna harapan bangsa berada pada generasi anak bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Andi Rahman, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPesta Miras, Diejek Soal Ayam, Kepala Teman Dibacok
Artikulli tjetërMenengok Desa Panaguan Penghasil Bibit Sayuran di Pamekasan

Tinggalkan Balasan