Bripda Randy Bagus Sudah Dipecat dan Ditahan di Polda Jatim

739
Bripda RD dan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)- Anggota Polres Pasuruan, Bripda Rendy (RD) saat ini sudah berada didalam tahanan Polda Jatim. Hal tersebut diketahui dari media sosial dokumentasi Polda Jatim. RD menjalani pemeriksaan dan penahanan di Rutan Tahti, Polda Jatim, Minggu (5/12/2021).

Polda Jatim menahan Bripda RD terkait kasus kematian pacarnya, Novia Widyasari, mahasiswi universitas di Malang.

Bahkan, setelah pemeriksaan dan penahanan di Rutan Tahti, Polda Jatim, Bripda RD juga sudah diberhentikan secara tidak hormat atau dipecat.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan jika oknum polisi berinisial RD saat ini menjalani pemeriksaan dan ditahan dalam jeruji besi di Polda Jatim.

“Benar, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Polda Jatim dan menjalani penahanan,” jelas Kombes Pol Gatot, Minggu (5/12/2021).

Diketahui sebelumnya, dibalik kematian mahasiswi di Mojokerto akhirnya sedikit demi sedikit terkuak oleh Polres Mojokerto Kabupaten, dan Polda Jatim. Begitu pula terduga tersangka yang seorang Polri yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten juga diamankan.

Baca Juga  Dinilai Aman, Polisi Turunkan Jumlah Personil Pengamanan Sidang MSAT

Anggota berinisial RB tersebut terancam Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan ini adalah hukuman terberat.

Anggota Polisi ini adalah pacar korban atas nama Novia Widyasari Rahayu (23) warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang diketahui bunuh diri.

Korban dan Anggota Polri ini sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019. Pada saat itu sedang nonton bareng distro baju yang ada di Malang.

Loading...

Kemudian keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri yang terjadi mulai tahun 2020 hingga 2021, yang dilakukan di wilayah Malang yang juga di kos maupun di hotel.

Selain itu ditemukan juga bukti lain bahwa korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama.

“Aborsi, dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021,” sebut Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga  Bawa Ratusan Miras, Pasutri di Surabaya Berurusan dengan Polisi

“Untuk usia kandungan yang pertama masih usia mingguan, sedangkan usia kandungan yang kedua setelah usia 4 bulan,” sambungnya.

Perbuatan melanggar hukum ini secara internal akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di Kepolisian yaitu Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik yaitu dijerat dengan Pasal 7 dan 11.

Secara pidana umum juga akan dijerat Pasal 348 Juncto 55, ini adalah langkah – langkah yang akan dilakukan oleh anggota Polri.

“Kita akan menerapkan pasal – pasal tersebut kepada anggota yang melalukan pelanggaran. Sehingga tidak pandang bulu, dan hari ini yang terduga sudah diamankan di Polres Mojokerto Kabupaten,” ucapnya.

Waka Polda Jatim juga menjelaskan, hasil dari penemuan mayat itu ditemukan adanya bekas minuman yang bercampur potasium. Sedangkan hasil dari Visum luar yang dilakukan oleh Puskesmas Suko, pada tanggal 2 Desember 2021. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakAlumni SMASA 96 Jember Buka Donasi Korban Bencana Semeru
Artikulli tjetërASN ini Nyambi Jadi Kurir, Segini Upah, Apakah Anda Kenal?

Tinggalkan Balasan