BPOM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 4,1 M

25
Pemusnahan barang dan makanan ilegal oleh BPOM

SURABAYA(kabarjawatimur.com )- Sebagai bentuk komitmen Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) dalam melindungi masyarakat dari obat dan makanan ilegal yang berisiko bagi kesehatan. BPOM terus melakukan pengawasan secara rutin dan komprehensif, yang meliputi fre- market evaluation dan post- market control .

Tindakan pengamanan dan pemusnahan produk ilegal pun terus digalakkan untuk memastikan bahwa produk tersebut tidak lagi beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat luas. Penegakan hukum yang tegas melalui serangkaian kegiatan pengamanan dan pemusnahan produk ilegal membuktikan Badan POM selalu hadir untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang membahayakan kesehatan. Tercatat selama tahun 2016, Badan POM telah beberapa kali melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal, termasuk palsu dan tidak memenuhi syarat antara lain di Jakarta, Denpasar, Serang, Jayapura dan kota-kota lainnya.

Pada Rabu 16 November 2016 giliran Balai Besar BPOM di Surabaya melakukan pemusnahan terhadap hasil temuan operasi gabungan termasuk operasi pengawasan pada tahun 2015 dan 2016. Produk yang dimusnahkan didominasi oleh obat-obatan tradisional, jamu dan kosmetik. Sebanyak 2229 jenis dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 8,3 miliar rupiah, yang langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf dan Kepala Badan POM RI Dr. Ir. Penny K Lukito.

Baca Juga  Maling Beras Nyonyor, Motor Ditendang Warga

Secara rinci obat dan makanan ilegal tersebut terdiri atas 210 jenis obat ilegal senilai lebih dari 4,1 miliar rupiah, 858 jenis obat tradisional ilegal senilai lebih dari 1,5 miliar rupiah, 731 jenis kosmetik ilegal senilai lebih dari 766 juta rupiah dan 360 jenis pangan ilegal senilai lebih dari 388 juta rupiah.

Loading...

Disamping itu dimusnahkan juga 5 jenis produk komplemen ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 4,2 juta rupiah ,2 jenis bahan baku obat ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 554 juta rupiah, jenis Label Pangan ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 830 juta rupiah, serta 23 jenis kemasan sekunder pangan ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 182 juta rupiah. Seluruh Barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapat ketepatan pemusnahan dari Pengadilan Negeri setempat.

Dari hasil kegiatan pemeriksaan rutin operasi operasi Pangea operasi gabungan daerah dan operasi gabungan nasional sepanjang tahun 2015, BBPOM di Surabaya telah menangani 20 perkara pelanggaran di bidang Obat dan Makanan. Semua perkara tersebut sudah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari PPNS Badan POM ke jaksa penuntut umum.

Baca Juga  Sedang Transaksi, Pria di Surabaya Tertangkap

Enam perkara diantaranya telah mendapat putusan pengadilan putusan tertinggi berupa hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebanyak Rp5.000.000. Sementara di tahun 2016 jumlah pelanggaran yang berhasil ditangani berjumlah 18 perkara dimana dua perkara telah disidangkan di pengadilan dan tujuh perkara sudah mendapatkan penetapan P-21.

Kejahatan pelanggaran di bidang Obat dan Makanan merupakan kejahatan kemanusiaan karena beresiko membahayakan kesehatan, terutama untuk kelompok masyarakat dengan penyakit yang sedang membutuhkan pengobatan ,bayi, anak kecil ataupun orang tua.

Untuk itu Badan POM menghimbau kepada masyarakat agar turut berpartisipasi aktif mengawasi obat dan makanan di sekitarnya, tetap waspada sebelum membeli dan mengkonsumsi obat dan makanan dan pastikan juga kemasan dalam keadaan baik ,memiliki izin edar dan tidak melebihi masa kadaluarsa.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakRazia ‘Kremil’ 4 PSK 1 Pemilik Warung Diamankan Sat Pol PP
Artikulli tjetërKetagihan Judi Merpati, Kuras ATM Mertua

Tinggalkan Balasan