BPOM Amankan Ribuan Obat dan Makanan Ilegal

14

SURABAYA (kabarjawatimur.com)- Guna melindungi kesehatan masyarakat dan menerapkan tindakan kehati-hatian terhadap kemungkinan peredaran obat-obatan tradisional, suplemen makanan, kosmetika dan pangan yang tidak memenuhi syarat keamanan, manfaat dan mutu, Balai Besar POM (BBPOM) Surabaya melakukan pengawasan secara komprehensif terhadap pengawasan pre market dan post market.

Hasil pengawasan BBPOM di Surabaya selama bulan September tahun 2016 menemukan enam perkara dengan barang bukti sejumlah obat dan makanan ilegal. Produk ilegal yang ditemukan sebanyak 258 item,144.480 kemasan dengan nilai ekonomi mencapai Ro 824 juta rupiah yang didominasi oleh temuan kosmetik tanpa izin edar dengan nilai ekonomi mencapai 392 juta rupiah.

I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, Kepala Balai Besar POM Jawa Timur di Surabaya mengatakan, temuan-temuan berbagai jenis obat-obatan ini nilai totalnya adalah Rp 800 juta lebih. Produk tersebut tidak berijin juga tidak terdaftar.

Baca Juga  Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Gapoktan Rp 1,2 M, Puluhan Petani Demo di Mapolres Gresik

Ada juga produk-produk yang memang sudah terbukti mengandung bahan kimia obat. Tentunya bahan kimia obat apapun itu kalau berada di obat tradisional, jamu dan di produk lain yang bukan kategori obat itu tentu sangat berbahaya.

“Dari enam perkara ini tentu ada pihak-pihak yang kami tindaklanjuti. Setidaknya ada 6 orang tersangkanya akan di proses lebih lanjut,” ujar Bagus Kusuma dewa kepada kabarjawatimur.com, Jum’at (30/09/2016).

Loading...

Selama bulan September 2016 tersebut obat ilegal tersebut terdiri dari kosmetik tanpa izin edar sebanyak 39.138 kemasan, obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 15.413 kemasan, obat keras sebanyak 10,403 kemasan, obat tanpa izin edar sebanyak 1.351 kemasan.

Termasuk pangan tanpa izin edar sebanyak 360 kemasan, juga diamankan sebuah mobil box pengangkut obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 1 unit, label obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 74.450 lembar, kemasan obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 3.314 lembar, bahan baku obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 28 kemasan, dan alat produksi obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 22 buah.

Baca Juga  Copet Mall Dibekuk Usai Tarik HP Wanita

Produk obat dan makanan ilegal tersebut ditemukan di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang dan kota Kediri. Kasus ini telah ditindaklanjuti secara Pro justisia oleh PPNS BBPOM di Surabaya . Dalam proses penindakan petugas juga melibatkan tim Reserse Narkoba Polda Jatim dan Korwas PPNS Polda Jatim.

BBPOM juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dan apabila menemukan hal yang mencurigakan atau mempunyai informasi yang ingin disampaikan agar menghubungi BB POM atau petugas Kepolisian terdekat.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakDemo Sengketa Tanah di Depan Mall Grand City
Artikulli tjetërAsyik Main Judi Dadu, Digerebek Polisi

Tinggalkan Balasan