Bosan Jadi Tukang Gali Kubur Pilih Jualan Sabu

26

SURABAYA (kabarjawatimur.com)- Sebagai penggali kubur di makam umum Pakis, Moh Saleh merasa kebutuhan hidupnya belum tercukupi.

Untuk itu kakek 55 tahun asal Jl. Pakis Wetan Gg.7 ini nyambi jualan sabu. Namun apes bukannya keuntungan yang diraih tapi pelaku malah ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan oleh Unit Reskrim Polsek Dukuh Pakis pada Kamis (22/09/2016) kemarin.

Kepada petugas, Saleh mengaku serbuk haram tersebut hanyalah titipan dari seseorang bandar berinisial A, yang kini sedang diburu petugas.

“Saya dapat gaji Rp 50.000 sekali gali kubur. Kalau disuruh jualan sabu Rp.200.000 mendapat upah Rp.20.000 perpoketnya,” kata tersangka Saleh.

Sementara itu, Kapolsek Dukuh Pakis Surabaya, Kompol Yhogi Hadi Setiawan mengungkapkan, disamping digunakan sendiri, oleh pelaku A (DPO) tersangka ini disuruh untuk melakukan penjualan sabu yang sudah berupa paketan atau dalam kemasan plastik klip dengan masing-masing paket berisi 0,78 gram.

Loading...
Baca Juga  Protect Penggunaan Gadget, Mahasiswa Unigoro Gelar Sosialisasi di Ngradin Bojonegoro

Saleh mendapat komisi dari tersangka A sebesar 10% ,yang mana tersangka Saleh melakukan penjualan serbuk haram tersebut sudah berjalan kurang lebih 2 minggu .

“Dalam tas yang dititipkan kepadanya sisa 7 paket sabu-sabu dengan berat masing-masing 0,78 gram dengan total keseluruhan 5,4 gram,” terang Yhogi kepada kabarjawatimur, Jum’at (23/09/2016).

Yhogi melanjutkan, selama dalam waktu dua minggu tersebut pelaku mampu menjual 8 poket sabu, yang awalnya pelaku ini mendapat titipan sebanyak 15 paket.

Dari penangkapan tersebut petugas mendapatkan barang bukti berupa 7 poket sabu masing-masing seberat 0,78 gram, seperangkat alat hisap, 1 buah dompet ,1 timbangan elektrik ,uang tunai Rp400.000 dan satu buah HP.

“Tersangka akan terancam kurungan hingga 15 tahun penjara karena melanggar pasal 114,112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika”,tutup Kompol Yhogi.

Baca Juga  Bupati Cup 3rd Jember Koi Show Datangkan Juri Mancanegara

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakDinas Kesehatan Surabaya Tangani HIV Secara Maksimal
Artikulli tjetërPolinema Luluskan 1.984 Wisudawan

Tinggalkan Balasan