Bocah 12 Tahun di Surabaya Diduga Jadi Korban Penculikan

84
SPKT Polrestabes Surabaya.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Di Surabaya, bocah berusia 12 tahun dikabarkan menjadi korban dugaan penculikan. Agus Rianto penjaga sekolah SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya membenarkan kejadian tersebut.

Agus bahkan sempat melaporkan kejadian peristiwa tersebut ke Command Center 112 milik Pemkot Surabaya.

Kronologis kejadian menurutnya, terjadi Selasa (19/10/2021) siang, korbannya siswa kelas VI SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya berinisial MI.

Korban yang hendak berangkat ke sekolah untuk mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Ia pun berjalan kaki dari rumahnya yang hanya berjarak 100 meter.

“Korban siswa SDN Jemur Wonosari 1. Ini lagi adi mengikut simulasi PTM terbatas. Mestinya dia mengikuti sesi satu. Tapi masuk sesi kedua karena jamnya salah,” kata Agus, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga  Giliran Ribuan Kyai Muda di Ngawi Dukung Ganjar Presiden 2024

Agus menjelaskan, ketika mendatangi rumah siswa tersebut. Siswa itu menceritakan jika saat hendak berangkat ke sekolah. Tiba-tiba siswa tersebut didatangi oleh tiga orang yang tidak ia kenal.

Loading...

Setelah didatangi dan ditanya oleh tiga orang tidak dikenal tersebut. Siswa tersebut kemudian dibawa masuk kedalam mobil. Beruntung, saat ketiga terduga pelaku penculikan lega, siswa tersebut berhasil kabur menyelamatkan diri.

“Anaknya itu ditarik, dibekap mulutnya dimasukan ke mobil oleh orang tiga. Sempat dibawa ke POM bensin, sebelum masuk ke POM bensin kawasan Jemursari, orangnya ini turun. Katanya anaknya tadi (terduga penculik) menelepon. Terus anak tersebut keluar melarikan diri,” tambah Agus.

Agus menambahkan, setelah mendapatkan kabar tersebut, kemudian ia berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke Command Center 112.

Baca Juga  Lulus Dengan Prestasi, Unugiri Bojonegoro Gelar Wisuda Dua Fakultas

Agus juga mengatakan, karena ketakutan saat kabur dari mobil tiga orang itu, korban tersebut sempat terjatuh dan mengalami luka di bagian bibir dalamnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Ristitanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Namun korban membuat Laporan ke Polrestabes Surabaya.

“Korban dan keluarganya laporan ke Polrestabes,” singkat Risti.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakAda 7.658 Warga Binaan Bebas Lewat Asimilasi dan Integrasi Rumah
Artikulli tjetërJadi Kota Ternyaman di Indonesia, Surabaya Peroleh 10 Penghargaan Proklim

Tinggalkan Balasan