BNI Syariah Pilih Pesantren Al-Amien Edukasi Keuangan Syariah

97
Plt Direktur Bisnis BNI Syariah Kukuh Rahardjo (dua dari kiri) didampingi Edwin Fitrianto (kanan) secara simbolis memberikan bantuan partisipasi kepada santri asuhan Ponpes Al-Amien Prenduan pimpinan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A

SUMENEP (kabarjawatimur.com) – Kegiatan BOD (Board Of Director) Teaching dengan tema “Mengenal Bank Syariah” yang dilakukan BNI Syariah menjadi pesan penting edukasi instrumen pengembangan keuangan syariah secara global dan terpadu di pondok pesantren Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep Madura.

Direktur Bisnis BNI Syariah pusat, Kukuh Rahardjo mengatakan edukasi ini merupakan kelanjutan kegiatan BOD Teaching di 4 Provinsi luar Pulau Jawa, diantaranya Batam, Balikpapan, Makassar dan Bengkulu.

“Dipilihnya pondok pesantren Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep Madura menjadi tempat edukasi keuangan syariah karena masih punya kultur hasanah masayarakatnya berbeda. Ini juga sejalan pembukaan KCP baru BNI Syariah dengan pertumbuhan bisnis bisa dicapai dalam kurun waktu 9 bulan lebih cepat dari target jangka waktu 2 tahun untuk tolak ukur KCP lain,” jelasnya, Rabu (26/10/2016).

Dia menambahakan kegiatan aktifitas keuangan syariah di Jawa Timur, pada umumya sudah dikenal masyarakat dengan mayoritas penduduk muslim.

Namun, ada beberapa produk perbankan syariah yang masih belum dikenal secara luas dibutuhkan pemahaman. Misalnya transaksi keuangan dengan akad musyarokah, mudharobah dan murabaha (produk Geliya KPR atau kredit pemilikan rumah).

Baca Juga  Kegiatan Rutin Kecamatan Kepohbaru, Konferensi Kades di Desa Mojosari

Saat ini secara porto folio bisnis, Kukuh merinci untuk perbankan BNI Syariah mencatat sekitar Rp 21,19 triliun sekitar 57% berada di consumer ditambah pengguna kartu. Nah, 85% dari 57% adalah consumer Geliya. Kalau digabungkan dengan kredit multiguna yang sama-sama mortgage based mencapai 90%.

Loading...

“Kerjasama ini diwujudkan dalam penerapan pengelolaan keuangan.Mulai buka rekening dan aktifitas tranfer keuangan antara santri ponpes denga para orangtua,” tambahnya sembari menerangkan konsep hasanah lifestyle banking menjadi gaya hidup di kalangan pesantren secara khusus dan menjadikan perbankan syariah semakin dikenal asyarakat luas pada umumnya.

Disebutkan Kukuh secara keseluruhan pertumbuhan penetrasi perbankan syariah di Indonesia, wilayah Jawa timur mengalami pertumbuhan diatas 10% dan in average (secara rata-rata)capai 8% menempati posisi kedua setelah Jawa Barat. Disusul NTB, DKI Jakarta dan Jawa Tengah dilengkapi jumlah total 2000 ATM seluruh Indonesia dan 302 outlet dengan 40 KCP di Jawa Timur.

Baca Juga  Hunian Rutan Surabaya Meningkat Hingga 150 Persen

Sementara pengasuh sekaligus pimpinan Ponpes AL-Amien Prenduan Sumenep, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A menyampaikan masyarakat pesantren adalah basis pegembangan konsep syariah yang sudah tertata sesuai dengan prinsip ajaran islam.

Untuk itu, Kiyai Fauzi berharap antara Ponpes Al-Amien Prenduan dan BNI Syariah semakin terjalin kerja sama baik dengan berbagai program yang saling bersinergi.

Selama ini, Al-Amien Prenduan dan BNI Syariah terjalin kerja sama yang baik. Pemberian bank tersebut didoakan menjadi amal jariyah dan bermanfaat. Kiai Fauzi berharap, kerja sama baik itu terus terjalin dan menghasilkan hal-hal yang baik.

“Santri sejak dini harus dikenalkan dengan pengelolaan keuangan berbasis syariah. Dengan begitu, santri akan jauh dari hal-hal riba. ”Mudah-mudahan dijauhi dari riba,” pungkasnya, kemarin.

Penulis : Jefri Yulianto
Editor : Budi
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakGelapkan Pikup Milik Teman, Warga Gunungsari Ditahan
Artikulli tjetërSediakan Layanan Plus-plus, Panti Pijat Digerebek

Tinggalkan Balasan