BKPH dan LMDH Melati Putih-Glenmore Bagikan 10 Hektar Lahan untuk Pesanggem

29

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Lembaga Masyarakat Dekat Hutan (LMDH) Melati Putih dan Perhutani BKPH Glenmore segera membagikan lahan kepada warga pemangku hutan (Pesanggem). Diketahui, sekitar 10 hektar lahan yang akan dibagikan tersebut berada di wilayah petak 27 KRPH Wonoasih, BKPH Glenmore, KPH Banyuwangi barat.

Wijianto, Ketua LMDH Melati Putih, Desa Margomulyo, Glenmore mengatakan, pembagian lahan tersebut dilakukan, agar lahan yang sudah selesai ditebang segera bisa dinikmati manfaatnya oleh warga pemangku wilayah hutan, dalam hal ini pesanggem.

Menurut pria yang akrab disapa Anto ini, pembagian lahan tersebut juga merupakan tugas lembaga dan Perhutani. Sebelum lahan dibagikan terlebih dahulu kita lakukan sosialisasi kepada warga yang berhak mendapatkan lahan.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

“Kita sosialisasikan kepada semua pesanggem tentang aturan yang ada di Perhutani. Terutama tata cara mengelola lahan,” katanya, pada Kamis (19/9/2019).

Sementara itu, lanjutnya, antara Pesanggem, LMDH, Perhutani, juga harus menjalin kerjasama yang baik demi menjaga dan melestarikan hutan. Dengan demikian, pihaknya berharap agar tercipta sebuah kekompakan dalam menjaga hutan.

Loading...

Selain pembagian lahan, sebentar lagi disekitar area yang sama, telah dipersiapkan program tanam pohon pinus yang lebarnya kurang lebih 14 hektar.

“Pada saat penanaman pohon pinus nanti kita harapkan Pesanggem juga bisa bekerjasama dengan Perhutani dan juga LMDH, untuk menjaga bibit pinus tersebut agar bisa tumbuh dengan baik,” ujar Anto.

“Mungkin minggu depan lahan sudah kita sahkan kepada Pesanggem mas,” imbuhnya.

Baca Juga  Bupati Anna Sambut Sandiaga Uno dengan Kuliner Khas Bojonegoro

Kepala KRPH (Mantri) Wonoasih, Eko Riwayanto juga berharap Pesanggem harus bisa menggunakan lahan yang sudah di bagikan dengan baik. Semoga dengan menggarap lahan, warga sekitaran hutan bisa menggunakan lahan itu menjadi sumber penghasilan.

“Harapan kita, lahan tersebut bisa ditanami dan dijaga dengan baik, sehingga jika sudah panen nanti bisa bermanfaat. Namun, masih Eko, yang terpenting warga menggunakan lahan milik Perhutani itu sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada,” paparnya.

“Semoga dengan adanya pembagian lahan tersebut bisa berguna bagi warga pemangku hutan diwilayah setempat. Setidaknya bisa ditanami dan menjadikan sumber mata pencaharian sehari – hari,” tutupnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakDua Petani di Situbondo Terlibat Carok, 1 Tewas
Artikulli tjetërDiduga Pakai Fasilitas Pendidikan, Cakades di Banyuwangi Curi Start Kampanye

Tinggalkan Balasan