Ilustrasi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Kebijakan pembayaran Uang Komite dan Kegiatan Semester yang membebani siswa atau wali murid MAN 3 Banyuwangi, Jawa Timur, terus menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Terlebih kebijakan yang makin memberatkan beban orang tua siswa dimasa keterpurukan ekonomi masa pandemi tersebut diduga kuat menjadi ladang tindak pidana korupsi.

“Agar wali murid MAN 3 Banyuwangi, lebih bisa memahami, cobalah sekali-kali membaca aturan tentang Komite Madrasah dan aturan Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah,” ucap J, salah satu aktivis pemerhati pendidikan Islam di Banyuwangi, Sabtu (10/7/2021).

Tak ketinggalan, lanjutnya, baca juga Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2021.

Seperti diketahui, meski ditengah pandemi Covid-19, seluruh siswa MAN 3 Banyuwangi, oleh pihak sekolah dan komite, tetap dibebani 2 jenis biaya. Yakni biaya untuk pembayaran Uang Komite, sebesar Rp 100 ribu per siswa per bulan. Dan biaya pembayaran Kegiatan Semester, sebesar Rp 125 ribu per siswa per semester.

Baca Juga  Pohon Besar Tumbang, Jalur Gumitir Banyuwangi - Jember Macet 2 Jam

Kepada wali murid, pihak MAN 3 Banyuwangi, menjelaskan bahwa pembayaran Kegiatan Semester dialokasikan untuk membiayai kegiatan ekstra kurikuler siswa. Padahal, dari informasi masyarakat, selama masa pandemi, atau sejak pertengahan tahun 2020, kegiatan ekstra kurikuler di MAN 3 Banyuwangi, tidak pernah ada.

Dan faktanya, pembayaran Uang Komite dan Kegiatan Semester masih saja dipungut oleh pihak MAN 3 Banyuwangi.

Loading...

Menurut J, jika mengacu Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2021, ditegaskan bahwa pembiayaan kegiatan ekstra kurikuler siswa bisa dialokasikan dari BOS. Dan sudah diatur pengalokasian anggarannya dari Komponen Kegiatan Ekstrakurikuler.

Dan sesuai amanat yang tercantum dalam aturan tentang Komite Madrasah dan aturan Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah, baik pungutan Uang Komite dan Kegiatan Semester, juga memiliki alokasi anggaran yang tak jauh beda. Yakni salah satunya untuk pembiayaan kegiatan ekstrakurikuler siswa.

Baca Juga  DPRD Banyuwangi Minta Insentif 'Nakes' Ditambah

Dengan kata lain, pungutan Uang Komite dan Kegiatan Semester, diduga menjadi lahan praktik korupsi dilingkungan MAN 3 Banyuwangi.

Mengingat dana BOS sebesar Rp 1,5 juta per siswa per tahun dari pemerintah, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2021, salah satunya dialokasikan untuk pembiayaan kegiatan Ekstrakurikuler siswa.

Begitu juga dengan pungutan Uang Komite dan Kegiatan Semester. Kedua jenis pemasukan pihak MAN 3 Banyuwangi, tersebut sesuai aturan salah satunya juga untuk pembiayaan kegiatan Ekstrakurikuler siswa. Jadi, di MAN 3 Banyuwangi, terdapat 3 jenis sumber pemasukan sekolah yang memiliki fungsi yang sama. Yaitu pembiayaan kegiatan Ekstrakurikuler siswa.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala MAN 3 Banyuwangi, H Kosim, enggan menjawab pertanyaan wartawan. Khsususnya terkait dugaan praktik korupsi yang terjadi dilingkungan MAN 3 Banyuwangi.

“Kapan-kapan kita bersama Komite ngobrol bareng ya,” katanya kepada wartawan. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaMeskipun Weekend, Pengecekan dan Penyekatan Kendaraan masuk ke Surabaya Dijaga 24 Jam
Berita berikutnyaMasyarakat Antusias Vaksinasi di Polres Magetan Saat Buka Gerai Vaksin Presisi

Tinggalkan Balasan