BI Komitmen Dukung Penguatan Regulasi dan Monitoring TPID Jatim Lewat IT

29
Percepatan IT: Peran IT mendukung sarana komunikasi TPID Jatim sebagai monitoring.jpg

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Bank Indonesia terus komitmen dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam rangka memberikan informasi yang komprehensif kepada para stakeholder maupun pemangku kepentingan, dan mempercepat komunikasi dan koordinasi antar pimpinan untuk membantu pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.

Pengarah TPID Jatim, Benny Siswanto menjelaskan guna memperkuat sinergi antar instansi terkait dalam percepatan implementasi Program Pengembangan Sistem Informasi Pangan yang komprehensif, terintegrasi dan dilengkapi dengan mekanisme early warning system.

“Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh BI dan seluruh jajaran instansi pemerintah provinsi Jatim yang tergabung ke dalam TPID Jatim merupakan tujuan yang sama yakni, mencegah terjadinya informasi asimetris di pasar,” paparnya, Senin, (03/10/2016).

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Prov Jawa Timur, M.Ardi Prasetyawan menambahkan, di Jawa Timur untuk meminimalisir informasi asimetris perkembangan harga komoditi di sejumlah pasar, Pemprov Jatim melakukan inovasi lewat kemajuan teknologi di era digitalisasi.

Baca Juga  Resmikan Kantor Baru, DPC Partai Gerindra Gresik Optimis Raih 12 Kursi

“TPID Jawa Timur telah menyiapkan upaya monitoring melalui program Pengembangan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO),” ujarnya.

Loading...

Sedangkan penguatan kelembagaan, poduksi, distribusi dan konektifitas, regulasi dan monitoring serta, kajian dan Informasi merupakan instrumen penting menanggulangi terjadinya tinngkat inflasi di sejumlah daerah yangmenjadi sarana pendukung.

Jangkauan distribusi barang saat ini semakin luas dan tersebar, imbuh Ardy. Untuk itu, adanya program Siskaperbapo dengan jumlah pasar mencakup 116 pasar di 38 kab/kota di Jawa Timur sudah dilengkapi dengan harga produsen, serta bisa langsung diakses melalui mobilephone berbasis android.

Upaya tersebut, menurut Ardy diharapkan mampu menjawab tantangan pengendalian inflasi yang semakin kompleks dan bersifat struktural, yang terutama disebabkan oleh lemahnya kelembagaan di sektor pertanian/peternakan dan asymmetric information, sehingga rentan dimanfaatkan oleh para spekulan yang
berdampak pada meningkatnya risiko terjadinya gejolak harga pangan di Jawa Timur.

Baca Juga  Kolonel Imam Gogor Kunker di Makodim Bondowoso  

“Masyarakat diharapkan tidak terlalu khawatir dan panik dalam merespon isu-isu terkait gejolak harga komoditas. Melalui berbagai upaya pengendalian inflasi tersebut, kami optimis inflasi Jatim dapat terkendali di tahun 2016 di kisaran 4% plus minus 1%,” pungkasnya.

Penulis : Jefri Yulianto
Editor : Budi
Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakSenam Yoga Massal Prodia Tandai Stay Young and Healthy
Artikulli tjetërBBM Jenis Premium Tersisa 10% Berdasar Efisiensi Kebutuhan

Tinggalkan Balasan