BI Jatim Dukung Ekonomi Syariah Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

Bank Indonesia dan Gubernur Jatim
Gubernur Jatim Bersama Kepala Perwakilan BI Jatim Dalam Pembukaan FESyar

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar)  2020 diresmikan pada Senin (6/10/2020). Pembukaan FESyar dikakukan secara virtual yang dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan Indah Kurnia selaku DPR RI Komisi 11.

FESyar Jawa yang diselenggarakan tanggal 5-10 Oktober 2020 secara virtual ini, menampilkan dan mempromosikan berbagai produk dan kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di seluruh regional Jawa. Rangkaian kegiatan FESyar Jawa terdiri dari Sharia Forum yang menampilkan beragam acara mulai dari seminar, talkshow, workshop, yang melibatkan tokoh-tokoh penggiat ekonomi syariah Indonesia, serta serangkaian kegiatan business coaching untuk UMKM.

Festival Ekonomi Syariah 2020 merupakan wujud tanggung jawab Bank Indonesia untuk terus menjaga komitmen dalam mendukung akselerasi ekonomi syariah dengan pertumbuhan ekonomi regional.

Selain itu, kegiatan FESyar merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat dari pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah dunia. Selama pembukaan Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur memberikan keterangan tentang dukungan Jawa khususnya Jawa Timur terhadap ekonomi syariah.

Pemerintah Provinsi terus berupaya mendorong pengembangan industri halal mulai dari produk pangan melalui program sertifikasi halal produk UMKM serta sertifikasi Juleha (Juru Sembelih Halal) dari level RPH sampai pasar tradisional, hingga produk medis melalui pengembangan cangkang kapsul berbahan rumput laut yang halal.

Pembangunan Islamic Science Park di Bangkalan Madura, yang akan menjadi bagian dari Indonesia Islamic Science Park, juga diharapkan dapat menarik gravitasi ekonomi syariah dunia ke Indonesia. Berbagai program tersebut pun dapat terlaksana melalui kolaborasi Pentahelix antara Pemerintah Daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Loading...

Tanggapan tentang gencarnya pemantapan FESyar juga diutarakan oleh Dody Budi Waluyo selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia, FESyar Jawa merupakan puncak dari rangkaian kegiatan edukasi, eksebisi dan advisory ekonomi dan keuangan syariah tingkat regional yang sudah dilaksanakan di beberapa daerah.

Ditambahkan bahwa Bank Indonesia menaruh perhatian yang besar dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional khususnya pada periode pemulihan ekonomi di era new normal.

Terdapat aspek hukum (kajian RUU ekonomi syariah), aspek kelembagaan (perubahan dari KNKS menjadi KNEKS) dan aspek kebijakan, merupakan 3 kunci utama dalam menghadapi tatangan dalam mendukung transformasi ekonomi syariah nasional.

Difi Ahmad Johansyah selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia menjelaskan, perhelatan Fesyar Regional 2020 masih akan berlanjut sampai dengan tanggal 10 Oktober 2020 dengan berbagai kegiatan menarik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di regional. BI bersama mitra strategis lainnya mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi pada festival ekonomi dan keuangan syariah secara virtual melalui www.fesyarjawa.com.

Menurut Difi Ahmad Johansyah kerjasama Bank Indonesia dengan Pemprof Jatim dalam menciptakan ekonomi syariah sudah dilaksanakan beberapa dekade, “Seperti yang diutarakan ibu Gubernur Jatim One Produk One Pesantren (OPOP) program unggulan Pemprov Jawa Timur yang di gerakan oleh Pesantren, 6 ribu pesantren di Jawa Timur  selama 5 tahun ke depan akan melahirkan lahirkan satu juta wirausaha baru dari kalangan santri, kemudian pilar kedua mengupayakan akan tercipta 1000 produk unggulan dari 5 tahun kedepan,” jelas Difi.

Reporter :  Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan