BI Jatim Bersama KAUJE Kunjungi Tanaman Hias Gresik 

33

GRESIK (kabarjawatimur.com) – Peluang ekspor untuk tanaman hias yang berada di Kabupaten Gresik disikapi oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Pada Sabtu (12/3.2022) Budi Hanoto selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Keluarga besar Alumni Universitas Jember (KAUJE) dan Asosiasi Tanaman Hias Kabupaten Gresik melakukan kunjungan di Sentra Tanaman Hias ‘Asem Gede’ Desa Kesamben Kulon, Gresik.

Kunjungan yang dilakukan dalam rangka kegiatan sharing session sinergitas kebijakan Pemerintah terhadap peluang ekspor tanaman hias Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang berlangsung di Sentra Tanaman Hias ‘Asem Gede’ Desa Kesamben Kulon ini bertujuan untuk menggali peluang ekspor tanaman hias Kabupaten Gresik beserta kemungkinan dukungan dari Pemerintah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPR RI Komisi XI, M. Sarmuji, SE.Msi, Direktur OJK Kantor Regional 4, Mulyanto, Wakil DPRD Kabupaten Gresik, Nur Hamim serta Kepala Dinas Pertanian Gresik, Ir. Eko Anindito, MMA.

Dalam sambutannya, Budi Hanoto menyampaikan bahwa Bank Indonesia menaruh perhatian pada upaya peningkatan ekspor produk asli Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari tugas Bank Indonesia dalam rangka menjaga kestabilan nilai rupiah melalui program strategis bauran kebijakan moneter dan fiskal khususnya dalam memperkuat net ekspor barang.

Baca Juga  Kerja Tambahan, Kuli Bangunan di Surabaya Berurusan Polisi

“Artinya, potensi tanaman hias Gresik untuk diekspor sangat besar melihat permintaan dunia yang tinggi dan saat ini ekspor tanaman hias Jatim masih terbatas”, jelas Budi kepada Keluarga besar Alumni Universitas Jember dan Asosiasi Tanaman Hias Kabupaten Gresik.

Loading...

Sentra Wisata Tanaman Hias di Gresik yang dibuka pada tahun 2021 berpotensi mendorong kinerja pariwisata Kabupaten Gresik yang dapat mendatangkan manfaat yang tinggi bagi masyarakat sekitar dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Gresik dan Jawa Timur.

Berdasarkan data World Integrated Trade Solution (WITS), permintaan tanaman hias global terus meningkat sejak 2017. Bahkan, berdasarkan analisis Reveal Symmetric Comparative Advantage (RSCA), ekspor tanaman hias Jawa Timur masuk dalam kategori unggul – surplus. Hanya saja nilai ekspornya masih terbatas.

Selain potensi ekspor, sentra tanaman hias yang tersebar di 6 desa Kabupaten Gresik juga dapat menjadi pendorong ekonomi melalui konsep desa wisata.

Baca Juga  Berangkatkan Calon Jemaah Haji, Bupati Titip Doa Untuk Lamongan

Pengembangan desa wisata Gresik berbasis tanaman hias dapat merujuk pada pengembangan Desa Wisata Edelweiss di Desa Wonokitri Kawasan Bromo-Tengger Semeru yang mengintegrasikan natural dan cultural tourism. Gresik juga dapat mencontoh Kampung Flory Sleman yang sukses membangun Community Based Tourism (CBT).

Juga disampaikan oleh Sarmuji selaku Anggota Komisi XI DPR RI dan Ketua KAUJE menyampaikan bahwa Bank Indonesia diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan ekspor tanaman hias Gresik. Selain melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Sarmuji juga berharap Bank Indonesia dapat melakukan pendampingan dan pelatihan agar tiga bulan mendatang sentra tanaman hias di Gresik mampu mengekspor tanaman hias ke luar negeri.
“Dengan dukungan dari Bank Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik dan OJK, Desa Kesamben Kulon kami harap mampu bertransformasi menjadi Desa wisata yang menjadi sentra ekspor tanaman hias dan tidak kalah sukses dari Desa Floris Sleman”, jelas Sarmuji mengakhiri sambutannya.

Caption. : Perwakilan Provinsi BI Provinsi Jatim bersama KAUJE Mengkunjungi Sentra Tanaman Hias ‘Asem Gede’ Desa Kesamben Kulon
Reporter : Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakMendag: Ekonomi Indonesia Maju Karena UKM Kuat
Artikulli tjetërBupati Hadir Secara Virtual Pembukaan Kongres VII BEM PTNU Nusantara di Bojonegoro

Tinggalkan Balasan