Bermodus Investasi, Janda Empat Anak Tipu Rp 13 M

74
SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Wulandari alias Maya Vitasari (47) warga Jl Ancol Selatan Tanjung Priok, Jakarta Pusat ini ditangkap oleh Sat Reskrim Polrestabes Surabaya pada Sabtu (17/12/2016).
Ditangkapnya janda empat anak tersebut karena telah menipu temannya sendiri yakni, Kartika Kumalasari, warga Jl Mulyosari Prima MJ-2 Surabaya dengan modus menawarkan investasi pengadaan proyek alat pemadam kebakaran.  Atas investasi Bodong tersebut korbannya mengalami kerugian hingga  mencapai Rp 13 Milyar.
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno menjelaskan, bahwa pelaku memulai praktiknya sejak Januari 2016. Saat itu pelaku mengenal korban karena dikenalkan salah satu teman korban.
“Sejak perkenalan itu, pelaku mengajak korban berinvestasi pengadaan proyek alat pemadam kebakaran, dengan iming-iming keuntungan 25% di setiap penyetoran,” kata Bayu kepada kabarjawatimur.com, Minggu (18/12/2016).
Bayu menambahkan, korban pun akhirnya tergiur dengan iming-iming yang dijanjikan. Terhitung, korban mulai menyetor uang secara transfer kepada pelaku sejak 12 Januari 2015 hingga September 2016.
“Uang yang ditransfer pun dibayarkan secara berkala mulai Rp 14 juta hingga Rp 300 juta. Sehingga total 13 Milyar yang disetorkan korban kepada pelaku,” imbuh Bayu.
Sudah dua tahun korban menyetor uang, tak kunjung diberi keuntungan oleh pelaku. Korban pun langsung curiga telah ditipu oleh pelaku, 8 Oktober 2016 korban melapor ke polisi.
Petugas juga mengamankan barang bukti berupa mobil Pajero nopol B 1866 TLP, uang tunai Rp 100 juta, dan seperangkat home teater yang di duga hasil dari uang yang disetorkan oleh  korban.
“Korban tak akan pernah mendapat keuntungan yang dijanjikan karena sejatinya investasi tersebut memanglah abal-abal atau tidak pernah ada,” tutup Bayu.
Dihadapan polisi, Maya mengaku nekat melakukan aksinya menipu karena ketagihan main judi online bernama “bakarat”. “Yah larinya uang yang disetorkan teman saya tersebut, saya gunakan untuk main judi online. Saya biasa sekali nombok judi paling banyak sekitar Rp 250 juta, itu pun kadang menang kadang kalah,” jelas Maya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini pelaku dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara.
Reporter: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan
Loading...
Baca Juga  Bupati Bojonegoro Gelontorkan Dana ke Desa Capai 2,37 T di Tahun 2022
Artikulli paraprakMeriahnya Jalan Sehat PNPM Kecamatan Trucuk
Artikulli tjetërLawan Petugas, Jambret Didor

Tinggalkan Balasan